Sabar dan Sholat adalah Obatnya…


Kunci pengobatan stres adalah: Wasta’inu bishabri washalat , jadikan shalat dan shabar sebagai penolonglmu. Ada empat aspek terapeutik dalam shalat: aspek olah raga, aspek meditasi, aspek autosugesti, dan aspek kebersamaan.

Aspek olah raga. Shalat adalah proses yang menuntut suatu aktifitas fisik. Kontraksi otot, tekanan atau message pada bagian otot-otot tertentu dalam pelaksanaan shalat merupakan suatu proses relaksasi. Salah satu terapi yang banyak dipakai dalam proses gangguan jiwa adalah relaksasi. Hasil riset menyatakan, shalat berisi aktivitas yang menghasilkan bio-energi yang menghantarkan si pelaku dalam situasi seimbang. Shalat yang berisi aktivitas fisik dan rohani, khususnya shalat yang banyak rakaatnya tidak dapat dipungkiri akan dapat meng-hilangkan kecemasan.

Aspek Meditasi. Shalat adalah proses yang menuntut konsentrasi utuh (khusyu’) yang sama dengan proses meditasi. Hasil riset menyatakan bahwa ada signifikansi antara meditasi dengan peredaan kecemasan jiwa.

Aspek Autosugesti. Bacaan dalam shalat disamping berisi pujian juga berisikan do’a atau permohonan pada Allah agar berkenan memberikan jaminan keselamatan dunia akhirat. Ditinjau dari teori hipnosis yang menjadi landasan terapi kejiwaan, pengucapan kata-kata do’a itu berisi suatu proses autosugesti. Lafazh do’a shalat merupakan terapi terapi self-hypnosis.

Aspek Kebersamaan. Islam menyarankan agar shalat-shalat fardhu dapat dilaksanakan secara berjamaah. Disamping berpahala lebih banyak, ternyata secara psikologis berjamaah atau kebersamaan akan memberikan aspek terapeutik. Akhir-akhir ini berkembang terapi yang disebut terapi kelompok yang tujuan utamanya adalah menimbulkan suasana kebersamaan. Beberapa ahli psikologi berpendapat bahwa perasaan keterasingan dari orang lain adalah penyebab utama terjadi-nya gangguan jiwa. Rutinitas shalat berjamaah akan memunculkan sense in-group, rasa keterlibatan, rasa kebersamaan sehingga menepis perasaan terasing dari orang lain, dan menisbikan stres.

Tata kembali stress (tekanan) hidup dengan bertumpu pada amal saleh, untuk kepentingan agama Allah semata. Nasehat cemerlang Ibnul Qayyim perlu kita renungkan untuk menjadi amalan harian: “Sibukkan dirimu dalam agama jika tidak pun pasti kamu akan sibuk tapi bukan dalam urusan agama. Gunakan waktumu untuk agama, jika tidak, waktumupun pasti akan habis tapi bukan dalam urusan agama. Belanjakanlah hartamu di jalan Allah (fisabililah, agama), jika tidak, haratamu pun pasti akan habis (engkau tinggalkan tetapi bukan di jalan Allah/agama). Matilah engkau dalam agama, jika tidak, engkau pun pasti akan mati tetapi bukan dalam agama”.

*Buletin AL-Haq (Industrial Islamic Community)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: