Pilih mana, Tingkatkan Kekuatan atau Perbaiki Kelemahan?

Akhir-akhir ini memang cuaca cukup dingin tapi organisasi kampus sedang panas-panasnya. Banyak diskusi soal ini, kadang banyak mahasiswa yang memang memilih untuk stop organisasi dan memperbaiki IPK dibanding melanjutkan ke jenjang yang lebih mengasah softskill atau bakat yang mereka punya. Kalau dibilang apatis? ya tidak juga, lah wong mereka-mereka ini juga banyak berkontribusi selama kurang lebih 1-2 tahun kok. Lantas, apa sih yang sebenarnya dikhawatirkan?

Saya sendiri merasakan IPK saya memang sedikit merosot ketika saya ikut di organisasi. Tapi ya masih wajar lah karena masih IPK saya masih di atas 3. Sebenernya untuk saya sendiri, saya lebih menyukai organisasi yang banyak mengasah otak kanan saya dibanding dunia perkuliahan yang lebih memanjakan otak kiri saya. Saya merasakan lebih memiliki bakat di dunia pengelolaan sumber daya manusia, lobbying, komunikasi dan design grafis dibanding jika saya disuruh belajar statistik yang sampai saat ini saya masih sering dibuat pusing dengan semua jenis-jenis distribusi yang ada. Ya itulah kekuatan dan kelemahan saya.

Nah, ngomong-ngomong, demi menjadi pemenang, manakah yang seharusnya kita titik beratkan, kekuatan atau kelemahan? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Organization. 3 Komentar »

Penaklukan yang tidak masuk akal!

Kebetulan siang itu saya sedang tidak ada agenda, santai-santai duduk di ruang tamu rumah. Tiba-tiba saya melihat sebuah buku yang tersembul dari tumpukkan koran. Hmm..sepertinya saya belum menyentuhnya. Kemudian saya membaca halaman perhalaman dari kisah yang ada. Ada satu kisah yang membuat mata saya terhenti di satu kalimat ketika melihat judulnya. Dengan tulisan hitam bercetak tebal “Ketika 180 orang menaklukkan 6 juta orang”.

Teman-teman tahu tentang Corregidor Island? Daerah itu terletak sekitar 5 jam terbang dari tanah air. (‘Corregir’ sendiri dalam Bahasa Spanyol sama artinya dengan ‘correct’ dalam Bahasa Inggris.) Sepanjang sejarah rupa-rupanya Baca entri selengkapnya »

Apa bedanya hayoo??

Ngomong-ngomong, ada yang tahu apa bedanya manusia dengan komputer? Aslinya sih, otak manusia itu jauuuh lebih canggih daripada komputer. Tapi, suka heran tidak sih? kenapa manusia bisa kalah telak dengan komputer? Jawabannya, karena komputer itu punya tombol Enter. Jadi begitu ada perintah atau ada problem langsung  execution. Lha kalau manusia?? Mana punya tombol Enter! Punyanya tombol Entar! Maksudnya, “Entar, entar, entar aja deh!” Makannya, tidak langsung action, tidak langsung execution. Hehehe…

Baca entri selengkapnya »

Jangan Aman di Zona Nyaman

“Ah kalau tidak ingat bahwa kelak akan ada hari yang lebih panas dari hari ini, dan lebih gawat dari hari ini. Hari ketika manusia digiring di padang mahsyar dengan matahari hanya satu jengkal di atas ubun-ubun kepala. Kalau tidak ingat , bahwa keberadaanku di kota seribu menara ini adalah amanat. Dan Amanat akan dipertanggungjawabkan dengan pasti . Kalau tak ingat , bahwa masa muda yang sedang aku jalani ini akan dipertanyakan kelak. Kalau tak ingat bahwa aku belajar disini dengan menjual satu-satunya sawah warisan kakek. Kalau tak ingat bahwa aku dilepas dengan linangan air mata dan selaksa doa dari ibu, ayah, dan sanak saudara. Kalau tak ingat itu semua, shalat zuhur di kamar saja lalu tidur nyantai menyalkan kipas dan mendengarkan lagu El Hub El Haqiqi dan untaian shalawatnya Emad Arabiy dari Syiria itu tentu rasanya nyaman sekali. Apalagi jika diselingi minum ashir mangga yang sudah didinginkan atau satu minggu d dalam kulkas atau makan buah semangka yang sudah dua hari didinginkan MashaAllah alangkah segarnya “

( Habiburahman El Shirazy , Ayat-Ayat Cinta )


Rangkaian tulisan panjang tadi diambil dari salah satu karya sastra Islam terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia . Bahkan pernah diangkat ke layer lebar serta di saat yang sama novel tersebut telah banyak diterjemahkan ke pelabagai bahasa dunia dari mulai Malaysia hingga Jerman. Tetapi membaca rangkaian cuplikan dari karyanya Ustadz Habiburahman El Shirazy, satu poin penting terikat dengan apa yang banyak disebut oleh para aktivis sebagai “Zona Nyaman”. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.