Akhir-akhir ini memang cuaca cukup dingin tapi organisasi kampus sedang panas-panasnya. Banyak diskusi soal ini, kadang banyak mahasiswa yang memang memilih untuk stop organisasi dan memperbaiki IPK dibanding melanjutkan ke jenjang yang lebih mengasah softskill atau bakat yang mereka punya. Kalau dibilang apatis? ya tidak juga, lah wong mereka-mereka ini juga banyak berkontribusi selama kurang lebih 1-2 tahun kok. Lantas, apa sih yang sebenarnya dikhawatirkan?
Saya sendiri merasakan IPK saya memang sedikit merosot ketika saya ikut di organisasi. Tapi ya masih wajar lah karena masih IPK saya masih di atas 3. Sebenernya untuk saya sendiri, saya lebih menyukai organisasi yang banyak mengasah otak kanan saya dibanding dunia perkuliahan yang lebih memanjakan otak kiri saya. Saya merasakan lebih memiliki bakat di dunia pengelolaan sumber daya manusia, lobbying, komunikasi dan design grafis dibanding jika saya disuruh belajar statistik yang sampai saat ini saya masih sering dibuat pusing dengan semua jenis-jenis distribusi yang ada. Ya itulah kekuatan dan kelemahan saya.
Nah, ngomong-ngomong, demi menjadi pemenang, manakah yang seharusnya kita titik beratkan, kekuatan atau kelemahan? Baca entri selengkapnya »


