“Tiada tuhan selain Allah!” Terdengar lantang Bilal mengucapkan kalimat itu. Semakin Bilal meneriakkan kata cinta-Nya kepada Allah, semakin berat siksaan yang diterima olehnya dari majikannya yang kafir. Lecutan cambuk yang suara desingannya meremangkan bulu roma, hingga batu besar pun diletakkan langsung di atas dada telanjang bilal yang terhampar di atas permukaan pasir yang panas terbakar terik sinar matahari. Namun Bilal tidak menyerah, bahkan dari mulutnya keluar kata-kata kerinduan, kalimat yang mengetarkan langit, menghujam ke bumi dan membuat takjub seluruh penghuninya. Bibir kekasih Allah itu mengucapkan, “Ahad, Ahad, Ahad…!” Ia tenggelam dalam pelukan mesra Sang Pemilik Kehidupan, jiwanya diliputi ketenangan, semua luka dan perih yang dideritanya hilang, tenggelam dalam lautan kasih sayang Allah Swt, lautan yang tak bertepi, seperti langit tanpa ujung, mengangkasa menuju singgasana-Nya. AHAD, AHAD, AHAD…


