Rasakan! Baru Tahu! Tak selamanya pahit itu menyiksa..

“Tiada tuhan selain Allah!” Terdengar lantang Bilal mengucapkan kalimat itu. Semakin Bilal meneriakkan kata cinta-Nya kepada Allah, semakin berat siksaan yang diterima olehnya dari majikannya yang kafir. Lecutan cambuk yang suara desingannya meremangkan bulu roma, hingga batu besar pun diletakkan langsung di atas dada telanjang bilal yang terhampar di atas permukaan pasir yang panas terbakar terik sinar matahari. Namun Bilal tidak menyerah, bahkan dari mulutnya keluar kata-kata kerinduan, kalimat yang mengetarkan langit, menghujam ke bumi dan membuat takjub seluruh penghuninya.  Bibir kekasih Allah itu mengucapkan, “Ahad, Ahad, Ahad…!” Ia tenggelam dalam pelukan mesra Sang Pemilik Kehidupan, jiwanya diliputi ketenangan, semua luka dan perih yang dideritanya hilang, tenggelam dalam lautan kasih sayang Allah Swt, lautan yang tak bertepi, seperti langit tanpa ujung, mengangkasa menuju singgasana-Nya. AHAD, AHAD, AHAD…

Baca entri selengkapnya »

Janji saya, SARJANA!

*dering handphone* satu pesan muncul begitu saja di layar HP saya. Dari seorang kawan.

Satu malam satu lembar saja!
Diam dan mulailah belajar!
Bukankah janjimu ingin menjadi SARJANA?
Janganlah membuat mereka meneteskan air mata!
Baju toga itu, mengeringkan semua keringat mereka!
Menghapus air mata mereka!
Membayar semua pengorbanan mereka!
Ingat! Bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa!
Hanya kata-kata sederhana!
SARJANA saja!
Lupakah kau waktu mereka mengantarmu ke kota?
Mereka pulang lalu bercerita kepada siapa saja bahwa anak mereka sekarang kuliah dan menjadi calon SARJANA!
Mereka lalu menjual apa pun yang ada!
Mereka mulai menghemat uang belanja!
Tetap bekerja walaupun HUJAN DAN PANAS yang mereka rasakan!
Mencoba tetap tersenyum walaupun hidup dalam kekurangan.
Kita tak pernah tau, mereka berlari kesana-kemari mencari pinjaman saat kita tiba-tiba telepon atau sms meminta untuk dikirim.
Semua itu demi ANAKNYA yang tercinta.

#didedikasikan untuk Ibu dan Ayah di desa (NN)

Entah berasal dari mana semua barisan kalimat ini. Yang jelas,  telah membuat saya kembali berjanji untuk menyelesaikan pendidikan saya dengan hasil yang memuaskan orang tua saya. Saya bermimpi untuk membuat nama mereka didengungkan memenuhi ruangan itu! dan membawa mereka ke depan pelataran gedung itu dengan rasa bangga! ya, saya berjanji demi kebahagian dua orang yang paling saya cintai di dunia ini!

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.