KKN Part 3 : Sarana dan Prasarana

Pendidikan merupakan hal yang penting untuk meningkatkan taraf hidup. Di desa Selopampang bisa dikatakan mayoritas penduduknya masih berpendidikan rendah. Maka, TIM I KKN Undip Desa Selopampang mengadakan bimbingan belajar bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Kepala Sekolah SD Selopampang, Suwarti, peringkat hasil ujian SD Selopampang untuk tahun lalu menurun drastis. Semula SD Selopampang menduduki peringkat 5 besar, menjadi peringkat 11. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan di Posko KKN Desa Selopampang setiap hari, mulai dari pukul 16.00-21.00. Program ini mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasme murid-murid SD yang datang ke Posko KKN Desa Selopampang.

Bukan hanya program bimbingan belajar saja yang dilakukan oleh TIM KKN Desa Selopampang untuk meningkatkan mutu pendidikan di Desa Selopampang. Namun, juga melakukan tryout untuk kelas VI yang akan menghadapi Ujian Akhir Nasional atau ujian kelulusan. Tryout ini dilaukan dengan memberikan soal-soal dari ujian beberapa tahun yang lalu, agar murid-murid SD tersebut bisa mempunyai gambaran mengenai jenis-jenis soal yang akan keluar di saat ujian nanti. Siswa kelas VI SD Selopampang memang harus diberikan perhatian khusus agar mereka dapat lulus dengan nilai yang memuaskan.

Sedangkan untuk memanfaatkan sampah pasar dan sarana dan prasarana rumah kompos yang kurang terpakai, TIM KKN Desa Selopampang mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Sampah yang menggunung dan tidak terurus, dipisahkan antara sampah organik dan non organik, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selama ini pembuangan sampah pasar hanya dibiarkan menumpuk begitu saja. Bila gunungan sampah sudah tinggi, barulah dibakar. Namun, pembakaran sampah ini bisa mengakibatkan polusi udara. Agar dapat mengurangi kemungkinan tersebut, maka TIM KKN Desa Selopampang berinisiatif untuk membuat pupuk kompos untuk mengurangi tumpukan sawah. Pupuk ini digunakan untuk memupuk tanaman pertanian agar lebih subur.

Untuk menjaga kesehatan mulut dan tangan TIM KKN melakukan penyuluhan dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat oleh siswa SD yaitu menyikat gigi dan mencuci tangan dengan air bersih (mengalir). Hal tersebut dapat menjadi suatu kebiasaan yang positif bagi siswa siswi SD dalam menjaga kesehatannya terutama untuk preventif awal. Siswa mempelajari tujuh cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan harapannya dapat diterapkan dikehidupannya sehari-hari. Menyikat gigi dan mencuci tangan tidak hanya dilakukan dua kali sehari, tetapi juga pada saat selesai beraktivitas. Kegiatan tersebut juga didukung dengan pemberian stiker dan MMT cara mencuci tangan yang benar dan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di rumah maupun sekolah.

 

KKN Part 2: Mulai dari Posyandu, Pengembangan Kreativitas, Penghijauan sampai Jurnalistik

TIM I KKN Undip Desa Selopampang memulai program kerja pada minggu kedua dengan mengikuti kegiatan Posyandu di Posyandu “Mawar Merah” yang berada di desa Selopampang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ksehatan balita melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas, dan pemberian makanan tambahan.


Kegiatan posyandu dilakukan setiap minggu ketiga dihari selasa pada setiap bulannya dengan di handle oleh 6 kader di posyandu mawar merah. Terdapat 42 balita dikawasan posyandu mawar merah, namun yang melakukan penimbangan yaitu 21 orang dan diberikan pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau untuk peningkatan gizi seimbang. Posyandu dimulai pada pukul 09.00 pagi dan selesai pada pukul 11.00 siang. Dilakukan penyuluhan tambahan oleh para kader mengenai peningkatan gizi balita dan ibu hamil melalui gizi seimbang karbihdrat, protein, lemak, dan vitamin.                     

Selain kegiatan untuk balita, TIM KKN I Desa Selopampang juga melakukan kegiatan bagi anak TK, yaitu pengembangan kreatifitas dan pelajaran bahasa Inggris. Dalam kegiatan ini, siswa TK diberi potongan kertas yang berbentuk lingkaran, segi empat, segitiga dan persegi panjang. Setelah itu, potongan kertas disusun menjadi bentuk yang baru. Tidak hanya sampai di situ, siswa TK juga diminta untuk menjelaskan gambar yang mereka buat.                                                                               

Pengembangan kreatifitas ini, selain untuk meningkatkan kreatifitas anak, kegiatan ini juga berguna sebagai perkembangan bahasa dan melatih kepercayaan diri. Sedangkan pelajaran bahasa Inggris dilakukan dengan media bernyanyi. Setelah itu, siswa diajarkan terjemahannya.

           

Sementara itu, mahasiswa yang lain mengikuti acara penanaman 200 pohon mahoni dari Desa Rejosari sampai perbatasan Desa Gambasan (mendekati Kabupaten Magelang). Penanaman pohon ini dipelopori oleh pihak Desa Selopampang yang bertujuan untuk penghijauan desa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan pelatihan jurnalistik un tuk siswa SMK, yaitu SMK Grafika Al-Mu’min. TIM KKN I Desa Selopampang melakukan program ini untuk mengenalkan bidang jurnalistik kepada siswa SMK. Dimana terdapat seperangkat aturan yang harus dipatuhi dalam bidang jurnalistik. Kelanjutan kegiatan ini ke depannya adalah untuk membuat blog desa, dimana dalam blog tersebut akan ditampilkan secara detail mengenai Desa Selopampang, sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas. Pelatihan jurnalistik sebelum pembuatan blog dilakukan agar dalam penulisan artikel di blog dapat disusun sebaik mungkin dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.                     

KKN Part 1 : Sosialisasi Sebelum Kegiatan

Universitas Diponegoro kembali mengadakan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diselenggarakan untuk memberikan pendidikan pelengkap kepada mahasiswa dan membantu pemberdayaan masyarakat utamanya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan dan peningkatan usaha kecil menengah (UKM). Kegiatan yang rencananya diselenggarakan selama 35 hari ini, dibuka oleh Pembantu Rektor III, Drs. Warsito, SU di Lapangan Gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang pada tanggal 18 Januari 2012. KKN  TIM I Tahun 2012 Undip mengambil tema Kesehatan, UKM dan Potensi Unggulan yang dilaksanakan di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Temanggung, Semarang, Kudus dan Jepara.


Untuk kabupaten Temanggung sendiri dibagi menjadi 5 Kecamatan, yaitu Selopampang, Kaloran, Kandangan, Tlogomulyo, dan Kledung. Setelah upacara pelepasan (19/1), TIM I KKN Undip kecamatan Selopampang mendapatkan pembekalan singkat dari DPL II, Andi W, S.Sos, M.Si dan kemudian berangkat ke tempat KKN yang telah ditentukan. Keesokan harinya,  TIM I KKN Undip kecamatan Selopampang melaksanakan upacara penerimaan di kantor kecamatan Selopampang yang dibuka oleh Camat Selopampang, Agus Megantoro, S. Sos. Kecamatan Selopampang dibagi menjadi 12 desa yang diantaranya adalah desa Selopampang, Bulan, Tanggulanom, Kacepit, Plumbon, Gambasan, Kebon Agung, Bagusan, Ngaditirto, Salamrejo, Bumiayu, dan Jetis.


 

Selama 1 minggu pertama, TIM I KKN Undip desa Selopampang yang terdiri dari 14 mahasiswa ini, melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat setempat dan menyampaikan rencana program kerja yang akan dilakukan selama 35 hari dalam forum Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa).

Program-program yang telah didiskusikan oleh masyarakat dan perangkat desa, antara lain :

  1. Kurangnya pengetahuan dalam hal pembukuan keuangan desa yang baik dan benar.
  2. Belum adanya sarana penunjuk arah desa dan sarana informasi lain yang memadai.
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik.
  4. Banyaknya anak-anak SD yang harus dikenalkan dunia perikanan.
  5. Perlunya mengembangkan kemampuan berhitung pada anak TK.
  6. Tidak berfungsingnya rumah pengolahan kompos.
  7. Masih adanya penderita gizi buruk.
  8. Berhentinya produksi nugget yang ada di masyarakat.
  9. Perlunya pengetahuan gizi balita dan ibu hamil kepada para kader dan bidan desa.
  10. Perlunya pengenalan bidang jurnalistik terhadap masyarakat.
  11. Kurang maksimalnya pengolahan sampah pada pasar besar.
  12. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.
  13. Kurangnya pendidikan di luar sekolah.
  14. Tidak adanya waktu khusus bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar.
  15. Pengetahuan perangkat desa dan masyarakat  terhadap teknologi komputer masih rendah.
  16. Kurangnya pengetahuan warga mengenai kewirausahaan.
  17. Masih kurang aktifnya kelompok ternak.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.