Seperti Saat Datangnya Hujan, Pelangi, Matahari dan Angin

Hujan telah reda. Gadis itu berjalan menikmati tiap langkahnya. Setapak demi setapak, berpikir  tentang ini dan itu ditengah cipratan air yang mebasahi ujung jubah biru lautnya. Wangi tanah yang basah oleh air hujan memenuhi indra penciumannya. Banyak hal yang selalu membuatnya penasaran..

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

Saat membayangkan?

Dan begitu pula saat kita menangis?

Mungkin jawabannya hanya satu.

itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

Gadis itu terus berjalan. Matanya terbelalak. Ia berjingkat-jingkat kegirangan saat menemukan pelangi indah dihadapannya. Warnanya yang hadir dari cerminan butir-butir air di langit memberikan keajaiban tersendiri di dalam khayalannya. Dan ia pun bertanya pada hatinya..  Baca entri selengkapnya »

SECRETS- One Republic

I need another story
Something to get off my chest
My life gets kinda boring
Need something that I can confess Baca entri selengkapnya »

ARTchives : Jilid I

Akhir-akhir ini seperti kehilangan irama hidup. Entah kenapa ada yang mengganggu di alam bawah sadar saya. Biasanya disaat-saat seperti ini saya mulai kembali ke “sesuatu” yang bisa mengembalikan mood saya. Kalau tidak mengotak-atik Corel, bikin foto film, atau menggambar manual. Yap.. kegiatan terakhir sudah lama sekali saya tinggalkan. Mungkin terakhir kalinya saya membuat coretan di kertas adalah saat saya berada di Semester 2. Padahal yang namanya gambar itu dapat mewakili semua yang ada dipikiran kita. Dan tadi siang dengan bodohnya saya mulai menggambar lagi di kelas! Jelas sudah itu membuat otak saya meninggalkan ruangan seketika itu juga. Tak peduli ada dosen yang sedang mengajar dan tak peduli walau tak ada materi yang masuk secuil pun.

Selesai jam kuliah, teman-teman melihat apa yang saya kerjakan. Dan apa yang mereka katakan? “Mut, lagi bikin Rich Picture Diagram ya?” Gubrak! seketika itu juga saya jatuh dari kursi (bagian ini berlebihan, abaikan saja). Saya baru sadar ketika melihat hasilnya memang persis seperti RPD. Ternyata otak kiri saya mulai menjajah otak kanan saya. Ckckck..

Sepulangnya dari kampus,sekitar 2 jam yang lalu, langsung saja saya membongkar tumpukan buku-buku di dalam lemari buku. Akhirnya sampai juga ditumpukan paling dalam dan paling bawah. Sebuah binder berwarna biru dengan gambar depan khas produk Happy Home (artchives jilid 1) . Baca entri selengkapnya »

Apa bedanya hayoo??

Ngomong-ngomong, ada yang tahu apa bedanya manusia dengan komputer? Aslinya sih, otak manusia itu jauuuh lebih canggih daripada komputer. Tapi, suka heran tidak sih? kenapa manusia bisa kalah telak dengan komputer? Jawabannya, karena komputer itu punya tombol Enter. Jadi begitu ada perintah atau ada problem langsung  execution. Lha kalau manusia?? Mana punya tombol Enter! Punyanya tombol Entar! Maksudnya, “Entar, entar, entar aja deh!” Makannya, tidak langsung action, tidak langsung execution. Hehehe…

Baca entri selengkapnya »

Bicara soal pendidikan Shalat anak..

Hmm… apa mau dikata? saya juga belum mengerti tentang pembahasan kali ini (maklumlah belum berpengalaman). Tapi karena terbawa arus pembicaraan, akhirnya saya malah  jadi ikutan membicarakan hal seperti ini. Di tengah-tengah obrolan ringan di sela waktu belajar bersama untuk persiapan UTS. Tiba-tiba saja (saya lupa awal mula pembicaraan ini) kami membicarakan tentang anak-anak yang suka main di masjid saat orang tuanya shalat berjama’ah. Eh..jadi inget nih awal mula pembicaraan ini.. begini, awalnya kami bicara mengenai kenapa sih yang shalat jum’at di Indonesia itu cuma laki-laki?? (Kebetulan saat itu waktu belajar kami bertepatan dengan waktu shalat jum’at). Padahal ibu saya pernah bercerita kalau di Arab itu wanita-wanitanya itu juga ikut shalat jum’at. Bahkan sambil membawa anak-anak mereka. Dan yang mengharukan adalah ketika sang ibu  menggendong bayinya yang menangis di tengah-tengah shalatnya. Beda di Arab beda di Indonesia.

Untuk beberapa ibu di Indonesia, shalat berjamaah (apalagi kalau tarawih) merupakan moment yang paling pas dan peluang emas dalam mengenalkan anak dengan shalat.Untuk saya dan keluarga, shalat tarawih menjadi sarana kumpul, jarang-jarang kami sekeluarga kumpul jalan bareng menuju masjid kalo momentnya bukan ramadhan dan shalat ied. Nah, sampai di pembahasan inilah teman-teman saya mulai cerita tentang alangkah gemesnya mereka melihat tingkah laku anak-anak yang ikut ke masjid bersama orang tuanya. Yap, teman-teman saya berasal dari daerah yang berbeda, dan tentunya mereka juga memiliki cerita yang berbeda tentang anak-anak yang biasa ikut shalat di masjid. Memang sih, dari semua cerita yang saya dengar, saya melihat kekesalan dari wajah mereka. Bahkan ada teman saya yang bilang kalau di daerahnya itu anak-anak yang berisik di masjid sampai dipukuli oleh orang tuanya. Nah loo..kalau begini bagaimana coba?? Baca entri selengkapnya »

Who are you?

Minggu terakhir di bulan September..

Langkah kakinya mantap melangkah masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan orang-orang. Senyum yang sederhana lengkap dengan mata yang cukup teduh untuk ukuran orang seperti dia. Pembicaraannya yang tajam memicu banyak loncatan api dimana-mana. Bahkan saya sendiri ikut terbawa arus permainannya. Heran. Jelas saya sangat heran dengan orang yang satu itu.

Akhir-akhir ini, terhitung sejak pertemuan aneh itu, saya baru melihat dia 2 kali. Dengan reaksi yang masih sama, selalu saja mata ini terarah langsung melihat tingkahnya. Misterius, tak terbaca apa yang dia pikirkan. Apa sebenarnya motivasi dia untuk melakukan itu semua??? Benar-benar kejelasan yang masih jauh tertutupi kabut.

Kemarin, saya melihatnya memperjuangkan sesuatu, gigih! Tapi entah, dari sorotan itu, tetap saja datar. Mengapa dia perjuangkan kalau memang itu tidak sesuai dengan hatinya?! Saya saja bahkan masih belum yakin kalau semua yang dia lakukan berasal dari keinginannya sendiri.

Entahlah, baru kali ini saya punya perasaan yang begitu kuat terhadap orang yang baru saja saya kenal. Bahkan semakin dia bicara semakin saya penasaran tentang asal usulnya. Tetapi sampai saat ini, saya belum bisa menyimpulkan apakah perasaan ini perasaan yang positif atau negatif. Saya cuma ingin tahu siapa kau sebenarnya?

Suatu saat nanti.. ya jika Allah mengizinkan..

 

 

 

 

Good job..I like it!

Beneran iseng banget memberikan judul postingan ini seperti di atas. Tiba-tiba saja, kalimat yang biasa diucapkan oleh Rianti Cartwright di sebuah acara yang sekarang sering menjadi perbincangan masyarakat indonesia, terlintas dalam benak saya. Hmm..sebenarnya kalau dihubung-hubungkan dengan paksaan sih bisa saja. Hehee.. ini tulisan tentang beberapa lagu keren yang mengambil peran sebagai soundtrack hidup saya. Tiba-tiba masuk dan begitu saja keluar..and I like it!

Yang pertama adalah lagu berjudul ALHAMDULILLAH dari Too Phat dan Dian Sastro Wardoyo. Lagu ini punya 2 versi yaitu versi bahasa inggir dan bahasa malaysia. Dibawah ini saya sertakan liriknya yang berbahasa malaysia. Lagu ini benar-benar menjadi lagu wajib dalam playlist saya. Selain sarat akan makna, lagunya juga terdengar seru untuk didengar. Apalagi untuk anak-anak ‘gaol’ seperti saya (hahaaa..:P). Entahlah, setiap kali mendengarnya saya merasa tidak harus mengeluh dan berkeluh kesah dengan semua keadaan yang ada. Yap, masih terlampau banyak nikmat yang kita kecap setiap setiap harinya..setiap jamnya..setiap menitnya..bahkan setiap detiknya.. Baca entri selengkapnya »

Maapin ane yee….(dan berbagai kisah di dalamnya)

Berhubung tahun ini lebaran di Jakarte..Jadi, minta maapnye juga kudu pake bahasa betawi…

Assalamu’alaikum
Encang/ing, enyak, babeh, ama sudara2..
Maapin ya wat semua kekhilafan ane,
nyok kite brsihin ati kite dangan saling memaapkan..
Minal a’idzin wal faa idzin,
mohon maaf lahir & bathin..
Taqabalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim..

Mutia Manarisa-Samudera Biru Laut

Baca entri selengkapnya »

Semoga saja Raja…

Teruntuk matahari yang menegaskan panasnya kepada samudera seirama dengan hembusan angin yang membelai lembut..

———————-

Ada yang berubah dalam Raja..

Menjadi sebuah sinar yang kini sama sekali tidak berarti bagiku..

Jarang menggapai senyum dan temui tawa.

Akhir semester yang buruk..

Semakin merangkak dalam benak yang penat.

Adakah dia yang menghibur hati kini?

Angin tetap berembus tanpa aku merasakan terik si raja masih menyengat..

Namun kini aku mati rasa dalam kegembiraan..

Aku ada di situ dalam senangmu.

Aku ada di situ dalam sedihmu.

Aku berada di situ..

Tapi kamu ada dimana ketika diam memelukku erat?

Siapa yang melepaskan dekapannya?

Ya..angin… ketika aku merasakan hembus pertanda kau datang..

Senyum datang sendiri dan tawa mengunjungiku..

Sebenarnya aku sudah bosan dengan senyum yang selalu ditawarkan..

Tiba-tiba saja musnah seperti luapan ombak yang tak mau kalah dengan pantai.. Aneh!

Tidak semuanya menyenangkan ya…??

Raja! ketika terikmu itu menyentuhku ada awan yang selalu mengikutimu..

Sehingga panasnya tak mendekat pada samudera dan anginnya..

Semoga…

Sebuah kepingan kisah klasik untuk masa depan..

Bismillahirrahmanirrahiim…

Mencoba membuka lembar baru kembali untuk menggoreskan tetes-tetes tinta yang masih tersisa. Sudah sebulan ini saya tidak berhasil menyulam pikiran ini menjadi rangkaian kata. Mati gaya! ya, saya sering menyebutnya dengan istilah itu. Akhirnya banyak protes dari teman-teman karena sudah lama tidak menggarap tulisan apapun. Sebenarnya kalau dirunut lagi, ada beberapa hal yang membuat saya tiba-tiba saja malas untuk menulis. Terutama hobi lama saya yang benar-benar mengganggu keinginan untuk menulis. Rasanya, pikiran saya sulit sekali lepas dari ‘mainan’ ini. Keinginan yang membuncah kadang-kadang memang sering menutupi segalanya termasuk rutinitas saya. Kecanduan… itu yang bisa saya simpulkan. Alhamdulillah masa itu terlewati sudah, akhirnya bisa lolos lagi untuk kesekian kalinya..hhehee…

Sepertinya tulisan awal ini hanya akan berisi cerita saya akhir-akhir ini saja. Maklum, saya butuh pemanasan untuk tancap gas lagi. Kegiatan terakhir yang saya ikuti adalah Sekolah Kader Bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa fakultas di UNDIP serta beberapa universitas lainnya. Luar Biasa! dari segi pembiara, orang-orang yang hadir disana tidak sembarangan. Ada wantimpres Ibu siti fadila supari, Bapak Wawan staf ahli wakil presiden, dan masih banyak lagi pembicara yang kalau saya bilang kereen abiiz..

Siapa sangka saya bisa beriskusi dengan beliau-beliau. Yang paling berkesan adalah Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.