Hujan telah reda. Gadis itu berjalan menikmati tiap langkahnya. Setapak demi setapak, berpikir tentang ini dan itu ditengah cipratan air yang mebasahi ujung jubah biru lautnya. Wangi tanah yang basah oleh air hujan memenuhi indra penciumannya. Banyak hal yang selalu membuatnya penasaran..
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Saat membayangkan?
Dan begitu pula saat kita menangis?
Mungkin jawabannya hanya satu.
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat.
Gadis itu terus berjalan. Matanya terbelalak. Ia berjingkat-jingkat kegirangan saat menemukan pelangi indah dihadapannya. Warnanya yang hadir dari cerminan butir-butir air di langit memberikan keajaiban tersendiri di dalam khayalannya. Dan ia pun bertanya pada hatinya.. Baca entri selengkapnya »






