Akhir-akhir ini memang cuaca cukup dingin tapi organisasi kampus sedang panas-panasnya. Banyak diskusi soal ini, kadang banyak mahasiswa yang memang memilih untuk stop organisasi dan memperbaiki IPK dibanding melanjutkan ke jenjang yang lebih mengasah softskill atau bakat yang mereka punya. Kalau dibilang apatis? ya tidak juga, lah wong mereka-mereka ini juga banyak berkontribusi selama kurang lebih 1-2 tahun kok. Lantas, apa sih yang sebenarnya dikhawatirkan?
Saya sendiri merasakan IPK saya memang sedikit merosot ketika saya ikut di organisasi. Tapi ya masih wajar lah karena masih IPK saya masih di atas 3. Sebenernya untuk saya sendiri, saya lebih menyukai organisasi yang banyak mengasah otak kanan saya dibanding dunia perkuliahan yang lebih memanjakan otak kiri saya. Saya merasakan lebih memiliki bakat di dunia pengelolaan sumber daya manusia, lobbying, komunikasi dan design grafis dibanding jika saya disuruh belajar statistik yang sampai saat ini saya masih sering dibuat pusing dengan semua jenis-jenis distribusi yang ada. Ya itulah kekuatan dan kelemahan saya.
Nah, ngomong-ngomong, demi menjadi pemenang, manakah yang seharusnya kita titik beratkan, kekuatan atau kelemahan? Baca entri selengkapnya »


2 hari lagi Hari Ahad tgl 14 juni 2009, sudah waktunya untuk mengayuh putaran roda pertama PMB TEKNIK 2009, first meeting with all panitia PMB. Konsep acara PMB sudah nyaris rampung, walaupun ada sedikit perdebatan di dalamnya. Mulai dari tema yang tidak disetujui, sampai pembicara yang dikira kurang pas untuk Mahasiswa Baru. Memang menyatukan pikiran banyak orang itu menjadi kesulitan tersendiri. Yang ada,, kita harusnya mencoba untuk mengerti keinginan satu sama lain. Kadang, saya merasa jenuh untuk memikirkan perubahan-perubahan yang terus dilakukan tanpa melihat esensi dari konsep sebelumnya. Seharusnya, sebelum diadakan perubahan konsep, terlebih dahulu diperjelas apa sebenarnya yang dimaksudkan dari konsep-konsep yang sudah direncanakan. Kalau tidak seperti itu,,alhasil tarik-ulur kepastian waktu fix pematangan konsep, tema dan pembicara jadi hal yang lumrah. Padahal itu bisa membuat kobaran-kobaran api semangat yang sedang membakar diri ‘panitia’ jadi sedikit meredup, walaupun ga banyak-banyak amat. Dan tentunya ketika di internal kita terlihat kompak, pastinya teman-teman panitia pun akan berusaha ‘total’ dalam kepanitiaan PMB ini.