Workshop Teknik Penulisan Jurnalistik


pen_n_padDengan menulis kita dapat mengubah peradaban.

Begitulah salah satu bunyi kalimat yang sangat memotivasi dalam dunia jurnalisme. Peradaban berkembang karena tulisan, bukan omongan. Bayangkan betapa susahnya kita menelusuri jejak-jejak sejarah manakala para pendahulu tidak menuliskan peradaban mereka. Seorang penulis memang memiliki tempat tersendiri di setiap zaman. Sebagai pengukir runtutan sejarah dan penghadir informasi ditengah-tengah kehausan masyarakat akan sebuah berita. Begitupun dalam dunia kampus. Mahasiswa yang memiliki intelegensi tinggi, tentunya memiliki peran besar dalam peredaran informasi di kalangan civitas akademik kampus.

Dari dasar inilah Himpunan Mahasiswa Teknik Industri mengadakan Workshop Teknik Pelatihan Jurnalistik, Sabtu (18/7),  guna membakar semangat para jurnalis muda yang siap berkontribusi dalam jurnalisme kampus, khususnya di Teknik Industri. Memang sudah sekian lama dunia jurnalisme di Teknik Industri kurang berkembang. Mulai dari alasan tugas yang menumpuk sampai dengan tidak memiliki waku luang untuk menulis. Padahal jika kita simak lagi perkataan Bapak  Adi Nugroho, dosen FISIP UNDIP, yang hadir sebagai pembicara pada workshop ini, “Kita bisa menulis mulai dari peristiwa lingkungan di sekitar kita, contohnya Workshop ini pun bisa dijadikan berita.” Ya, seharusnya kita sadar sebagai Mahasiswa yang merupakan tonggak kemajuan bangsa, bahwa kita bisa menulis apa saja dimana saja dan kapan saja. Karena, penggunaan bahasa tulis berbanding lurus dengan tingkat peradaban suatu masyarakat. Artinya, semakin intensif suatu masyarakat mengungkapkan gagasannya secara tertulis, semakin tinggi pula tingkat peradaban mereka. Nah, sekarang, mari kita ukur tingkat peradaban ‘kita’ sebagai suatu bangsa, komunitas, atau sebagai individu.

Setelah dibekali dengan teknik-teknik penulisan dan pemilihan berita yang  dijelaskan dengan gamblang oleh Bapak Adi Nugroho, Siti Khadijah, Redaktur Pelaksana Manunggal  dalam materinya langsung memberikan tugas penulisan straight news dan feature news yang jelas-jelas menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Hanya dengan waktu kurang dari 15 menit, peserta harus menyelesaikan tulisan mereka dan beberapa dari peserta membacakannya di hadapan pembicara. Tidak dipungkiri, beberapa peserta menemukan kesulitan-kesulitan tersendiri dalam menulis. Tetapi, justru hal tersebut yang akan menjadi bekal untuk menulis. Karena dalam keadaan tidak mengerti, kita akan terus dan terus belajar.

Selain itu, hadir pula pembicara yang sudah sering berkutat dalam dunia jurnalisme kampus yaitu Ibu Nurul Hasfi Lestari, dosen Fakultas Komunikasi UNDIP, yang mengupas tuntas seluk beluk media online. Beberapa peserta beranggapan bahwa media online kurang efektif dalam jurnalisme kampus. Akan tetapi, Ibu Nurul membabat habis semua pernyataan tersebut dengan memaparkan kenapa harus ada media online? sampai dengan bagaimana cara membuat media online agar menarik untuk dibaca?

Workshop yang diadakan di ruang sidang Teknik Industri UNDIP ini, sedikit banyak dapat membangkitkan keinginan Mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia jurnalisme kampus. Ya, selain untuk menyalurkan hobi dan bakat, tentunya ada tujuan  yang diharapkan lebih besar dibanding itu semua. Menghidupkan kembali semangat menulis Mahasiswa yang tentunya dapat menjadi akar informasi baik di dalam maupun di luar kampus serta membawa nama UNDIP bahkan Indonesia ke kancah Internasional, dengan mewujudkan UNDIP sebagai World Class University.

*hasil dari mengikuti workshop ini: artikel untuk Entiti ( Majalah kampusnya Teknik Industri UNDIP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: