Untuk Matahari; Dari Biru Laut!


Untuk Matahari di atas Samudera…

Maafkan aku jika aku telah membuat hidupmu akhir-akhir ini menjadi galau dengan kehadiranku yang tak dapat kau kenali. Karena sekarang belumlah waktunya aku muncul dan mengakuinya dihadapanmu. Suatu hari nanti, mungkin kau akan paham arti semua ini.

Namaku Birulaut. Kau tahu?  Aku mencintai laut. Lautan yang luas itu hakikatnya suci dan memberi inspirasi yang tiada habisnya. Lautan yang ombaknya berdebur memecah karang itu mampu menyimpan rahasia sedalam palung laut Marina.

Aku juga menyukai warna biru. Karena biru bagiku melambangkan kesabaran dan kebijaksanaan. Mendongaklah keatas! Maka kau akan mendapati birunya langit.Tataplah samudera! Maka kau akan memandang hamparan air asin yang membiru. Bumi kitapun biru. Itulah mengapa aku mencintai biru dan laut. Tapi aku akan senang jika kamu memanggilku Biru.

……………

Tak selamanya laut hanya berkawan sauh dan camar. Kadangkala laut merindukan hangat sinar matahari yang menguapkan airnya sehingga kristal-kristal garam menampakkan kilau sebening mutiara.

Setiap hari laut mendambakan matahari untuk menghangatkan airnya yang bergejolak, berdebur dan membentul gulungan ombak yang pada akhirnya terpecah dibibir pantai dan hanya meninggalkan buih-buih putih lalu meresap di pasir yang berbisik.

Sebenarnya laut berkawan dengan matahari sejak jaman azali. Dimana bumi yang masih baru mulai memiliki lautan. Lautan yang purba. Lautan yang perawan. Belum tersentuh oleh manusia. Lautan yang masih dini itu mengenal matahari sejak awal kelahirannya.Lautan memasukkan matahari sebagian dari kehidupannya. Bagi laut, matahari adalah sebaik-baik kawan. Manusia seringkali mengabadikan kebersamaan matahari dan laut dalam bingkai kamera. Menikmati betapa lautan yang biru teduh melengkapi kelokan matahari yang berwarna keemasan jingga di waktu fajar dan senja.

Tapi sayangnya, matahari tak menghiraukan betapa laut sangat mengagumi dan mendambakannya. Keberadaan matahari bagi laut sangat berarti. Tapi entah apakah keberadaan laut bagi matahari memiliki arti. Matahari menganggap dirinyalah yang merajai tata surya yang demikian agung dengan menembakkan sinar keemasan yang demikian angkuh kepada setiap planet.

Laut sangat sedih mengetahui bahwa matahari tidak menghiraukannya sama sekali. Tapi laut tetaplah laut yang memiliki kelapangan dada seluas punggungnya yang menyelimuti permukaan bumi hingga bumi menjadi biru karenanya. Dan laut tetap mengagumi matahari

Sebenarnya, kamu sudah lama mengenal aku sebagaimana laut mengenal matahari. Aku berharap kamu tidak seperti matahari yang melupakan kawan kecilnya. Yang menjadi angkuh dengan segala kehebatannya. Tapi aku tetap ingin kamu menjadi matahari. Matahari rendah hati yang membiaskan sinar hangatnya, menembus partikel-partikel atmosfer bumi dan kembali menyapa laut dngan ramah.

Jangan bertanya siapa aku sebenarnya. Dengan sepotong nama birulaut, aku yakin kamu dapat menemukan aku jika kamu benar-benar matahari yang rendah hati. Karena sifat yang rendah hati akan membuka matahati dan menemukan kebenaran yang selama ini masih ditutupi kabut.

Untuk langit, bumi, samudera

Birulaut

8 Tanggapan to “Untuk Matahari; Dari Biru Laut!”

  1. indonesiatekno Says:

    Tahukah kau wahai samudra, saat kau ridukan sang mentari, bumi setia menemanimu. Saat kau kau kagumi gemintang, bumi jualah yang setia menemanimu. Begitu pun saat kau terpesona akan bulan, bumi pun tak bergeming atas kesetiaannya padamu. Bumi, ia tak mengeluh saat jutaan manusia menginjak-injaknya. Ia tak protes saat manusia melukainya. Walau kadang ia harus terbatuk-batuk, menangis. Bumi…

    Ha10000x, bisa juga ya gw berpuitis2….
    Hello Miss Mutia. How r you? sombong ya ga berkunjung ke blog sy. Wah, bisa kena tsunami ya blog sy, kan laut biru…

    Blog kamu bagus Mut. Ga nyangka kamu orangnya melankolis….

    Mampir ke blog Ku ya http://www.indonesiatekno.wordpress.com. Ada info lomba blog, kamu mesti ikut tuh…

    And the last, sea will relize the earth. Someday….

    Ha10000x

    • Biru Laut Says:

      he…hey…hey…
      u just know another side of myself…
      hahaaa…
      Alhamdulillah baik mas riza..
      “Blog kamu bagus Mut. Ga nyangka kamu orangnya melankolis….”
      ni maksudnya memuji atau ngatain sih?? hehe..
      melankolis?? berarti kmu ga baca tulisan2 ku yg terdahulu mas.. padahal kmu jg sering melo tho?? wez..ngaku aja deh..
      ini aja ga tau apaan maksudnya..
      aku dah mampir ke sana loh…waktu yg tentang apel2 ituu..
      nanti tak main lagi deh…
      earth?? hmm…maybe sometimes i’ll miss the earth that always give blue ocean one place in the world…

  2. matahari Says:

    eh eh,, serasa buat gw deh.. hahahahaha….

    keren mute,, udah lama ya lw punya blog? baru tau gw.. hehe..

    keep posting yaw,, kalo ada waktu mampir lah ke gubug gw..😛

    • Biru Laut Says:

      kacau lw bang haji! ternyata blog lw matahari senja yaa???
      jangan kegeeran gitu donk..lagi juga ni ga tau buat siapa..
      gw bru koq pny blog…bru mulai dr tahun kmaren… sekitar bulan juli..
      iyeee…ntar gw maen k blog lw…

  3. matahari Says:

    ya ampun mute.. mpe segitunya…

    iy gw tau kok ni cuma kebetulan aja,, lagi pula gw juga baru tau kalo lw punya blog..

    • Biru Laut Says:

      lagian sih…malah ngomong yg macem2 lagi…
      nanti kan ga enak klo ketauan pers..
      bisa2 wartawan pada ngejar2 gw lg..hahahaa
      (^_^)V pizzz…bang haji…kita damai lg okeh??

  4. matahari Says:

    yaudah.. biar pers ga ngomong macem2,, apus aja comment gw.. gpp kok,, ^^

    yoi dah piss.. hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: