Kepribadian Berdasarkan Kertas (Wawancara HMTI-Tahap 3)


Setelah menyusun konsep oprec HMTI dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, akhirnya kami memutuskan untuk membuat wawancara dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, para kandidat akan diwawancarai oleh ketua departemen dan sekertaris departemen. Mereka akan di uji pengetahuan dan komitmen tentang departemen yang dipilihnya. Sedangkan di tahap kedua, kandidat tersebut akan berhadapan dengan Tim Penelitian dan Pengembangan. Disini, para LitbangErs dituntut untuk mengupas habis sisi personal kandidat terebut, agar nantinya para litbang mudah untuk memahami karakter setiap individu yang akan menjadi fungsionaris HMTI.

Tahap yang terakhir yaitu tahap ketiga, para kandidat akan langsung diinvestigasi oleh pasangan Ketua danSekertaris Umum HMTI. Sebelum mengikuti wawancara ditahap ini, biasanya selalu diberikan warning di awal yang kalimatnya kira-kira begini:

“Ya, tadi kan kamu di departemen lebih ditanyakan soal pengetahuan departemen tersebut, di litbang lebih ke personal kamu. Nah, kalau disini kami bertanya secara keseluruhan saja. Nanti kami akan memberikan isu-isu tertentu, dan tidak semua isu tersebut benar. Jadi, jangan ditelan mentah-mentah. Jika butuh waktu berpikir, langsung minta saja, karena kami tidak mau mendengar jawaban yang asal-asalan. Dan yang paling penting jangan mudah goyah, pertahankan argumen yang menurut kamu benar serta jangan pernah menunjukkan wajah bingung atau plin-plan karena itu sangat mengganggu pemandangan.” (heheee…awalan yang cukup sangaar!)

Untuk hari pertama oprec angakatan 2009, kami hanya ‘melayani’ 30 ‘pasien’ (dibantu oleh suster Irin), sedangkan hari kedua 21 ‘pasien’ (dibantu oleh suster Ide, Depe dan Asep). Banyak hal-hal yang menarik yang terjadi di sesi wawancara tahap ketiga ini. Karena memang di sesi ini sangat membutuhkan kerja keras untuk memutar otak atau bahkan sampai menjungkir balikkannya?? Maklum, pasangan Ketua-Sekum sangat pandai bersilat lidah (hehee..usil banget deh!). Wawancara yang sangat santai tapi sangat memeras logika dan emosi.  Ada beberapa jenis tipe tingkah laku  kandidat saat wawancara mulai memanas :

1. Kandidat kehabisan kata-kata
Kandidat ini biasanya akan terdiam dan hanya mengeluarkan suara berpikir hmmm…mmm…hhuuff… Nah, setelah kami menunggu lama dan mereka tetap tidak bisa mendapatkan jawabannya maka langsung masuk tahap selanjutnya. Mulai bimbang..”mmm gimana ya?? haduh bingung kak”. Kemudian setelah diserang pertanyaan lanjutan maka yang terjadi adalah mata mulai berkaca-kaca. Kalau sudah sampai tahap ini, sepertinya wawancara harus disudahi sebelum terjadi pertumpahan air mata.

2. Kandidat marah-marah
Nah, kalau kandidat yang seperti ini, biasanya mereka akan menjawab pertanyaan dengan super cepat. Malah terkadang tidak dipikir terlebih dahulu. Lalu serangan memutar balikkan fakta mulai diluncurkan. Jleb! langsung tepat sasaran. Alhasil, kandidat model ini akan langsung ngeles seketika. Alasan dari A sampai Z mulai dikeluarkan dengan ‘assesoris’ dimana-mana. Setelah menjelaskan panjang lebar, serangan kedua diluncurkan, menggoyahkan argumen yang mereka buat. Kemudian kandidat naik ke tahap merasa dipermainkan. Nah, mulai di tahap ini biasanya kandidat langsung mulai marah-marah (Lucu  banget nih). “Ahh parah nih!” atau ada yang bilang “Ahh..ngerjain aja nih!” atau hanya menggerutu “Arrrrghhhh…!” dan mengepalkan tangannya seakan ingin meng-KO kami. Akan tetapi pasangan Ketua-Sekum stay cool…ahaaay..

3. Kandidat penyakit dadakan

Kandidat denga tipe ini biasanya terlihat serius saat menjawab pertanyaan. Seolah-olah mengubah iklim wawancara yang tandinya santai menjadi agak sedikit ‘garang’. Mereka menjawab dengan argumen-argumen yang jelas dan lugas. Tampak tidak mau tergoyahkan, sampai tiba-tiba ditengah asiknya wawancara.. “Aduh..duh..duh…kram kak, kaki saya kram.” Wow..segitunyaa…serius bener sih, nyatai aja lah..hehee. Biasanya sebelum muncul penyakit dadakan, diawali dengan munculnya keringat berlebih di bagian dahi. Nah, mulai waspada kalau sudah ada tanda-tanda seperti itu. Setelahnya pasti akan ada beragam penyakit yang muncul. Mulai dari sakit kepala, sakit perut dan sakit hati mungkin!

Selain melihat tingkah laku para kandidat tersebut, ada 1 hal lagi yang kami teliti. Yaitu kepribadian orang berdasarkan kertas. Di awal wawancara, kami memberikan sobekan kertas kira-kira berukuran 4×10 cm. Sepanjang wawancara, kami meminta kandidat untuk terus memegang kertas tersebut. Dari hasil penelitian kami (Halaah..), ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil. Terutama hubungan bentuk kertas akhir dengan departemen yang mereka minati.

1. Departemen Pendidikan dan Ristek
Untuk kandidat departemen ini, rata-rata kertas yang mereka pegang akan terus dipegan sampai akhir tanpa diberi ‘sentuhan’ khusus. Paling-paling hanya dilipat biasa atau di gulung-gulung. Disini dapat dilihat pembawaan orang-orang departemen ini cenderung tenang dan sesuai aturan main.

2. Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kandidat departemen ini sangat berbeda dengan departemen lain. Cenderung ingin selalu fokus dan tidak mau terbuyarkan dengan sobekan kertas. Lebih memilih untuk tidak mengikuti aturan main yang mengharuskannya untuk memegang kertas. Disuruh pegang..dilepas lagi..disuruh lagi..dilepas lagi. Terus seperti itu. Sangat jelas tampak watak-watak koleris disini. Ingin selalu fokus, dan tidak mau terganggu dengan hal-hal sepele.

3. Departemen Kesejahteraan Mahasiswa
Kandidat departemen inilah yang membuat saya takjub. Bahkan disaat terjepit pun mereka masih bisa berlaku sangat ‘rapih’. Bayangkan saja, dalam keadaan panik, hampir semua kandidat departemen ini melipat kertas mereka dengan sangat simetris sampai pada lipatan paling kecil. Terkuak sudah kepribadian mereka yang tetap menjujung tinggi asas kerapihan, ketelatenan dan keteraturan bahkan disaat-saat genting.

4. Departemen Hubungan Luar dan Departemen Mikat
Lucu lagi dengan kandidat dari 2 departemen ini. Mungkin hasil akhirnya sudah tidak diketahui bentuknya karena biasanya sudah hancur lebur di remas-remas atau terbagi menjadi bagian yang sangat kecil-kecil alias disobek-sobek sampai tidak bisa disobek lagi. Banyak sekali request kandidat kedua departemen ini untuk menambah jumlah kertas. Bahkan ada yang mencabik-cabik kertas sampai berlembar-lembar. Panik?? jelas..Gugup?? bisa jadi…Dapat dilihat dari hasil karya yang mereka hasilkan ( Hehee..). Memang hal ini sangat berhubungan dengan kedua departemen ini yang membutuhkan orang yang ekspresif dan kreatif atau mungkin bisa dibilang tidak bisa diam.

Saya pribadi sangat senang bisa melihat fenomena seperti diatas. Karena memang hobi saya yang senang menelaah sikap dan tingkah laku orang lain. Karena jika kita tahu watak dan sifat seseorang, tentunya kita akan mudah untuk mengerti bagaimana dia nanti akan bekerja. Kami memohon maaf kepada para kandidat,  jika sepanjang wawancara ada kata-kata yang tidak enak dihati, tidak sopan serta tidak berkenan yang terlontar dari mulut kami. Memang, kata maaf tidak bisa merubah masa lalu. Tapi saya yakin, kata maaf  bisa memperbaiki masa depan.

Setelah melalui perdebatan yang sangat seru di ruang ‘eksekusi’ akhirnya diputuskanlah sudah kandidat-kandidat yang akan bergabung di kepengurusan HMTI 2010. Bismillahirrahmanirrahiim…Selamat berjuang! bagi teman teman yang sudah masuk menjadi awak dalam bahtera yang besar ini. Mari kita kayuh bersama menuju samudera biru laut yang penuh badai dan gelombang. Buktikan!! bahwa kita bisa menyebrangi lautan! HMTI 2010.. Satu Tekad Kontribusi Tiada Henti!! TI JAYA..!!!

Tembalang, Semarang 230110


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: