Belahan Jiwa dalam Kepribadian Kita


Bisa ga sih seseorang yang memiliki banyak ID (entah alamat email, ID milis/forum, blog dll..) kemudian memainkan peranan dan karakter yang berbeda-beda disetiap IDnya walaupun hanya dalam dunia maya, dikategorikan sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda??

Pertanyaan ini muncul berulang-ulang dalam benak saya, setelah belakangan ini ikut rajin meramaikan sebuah situs pertemanan,forum dan blog. Saya temukan beberapa tulisan saya yang aneh bin ajaib, seperti layaknya ditulis dalam keadaan sedang bermimpi, rajutan kalimatnya  tersusun dengan indah. Tapi adakalanya komen-komen saya  ditulis konyol, cuek dengan terburu-buru dan alakadarnya seperti tidak sempat dibaca ulang? Bahkan di blog ini pun saya menuliskan admin saya dengan nama birulaut. Dari sini saja sepertinya saya sudah mengidentifikasikan diri saya sebagai orang lain yang anonymous. Sebagai pribadi lain yang bisa jadi, sangat berlawanan dengan kepribadian saya sehari-hari

Nah, contohnya saya saja deh. Berdasarkan obrolan dengan teman-teman yang tau blog saya, mereka suka heran dengan saya. Hihi, berbeda sekali dengan keseharian saya yang sangat periang dan suka bercanda, karena tulisan-tulisan saya di blog ini cenderung serius dan metal alias mellow total (hahaa..). Lah iya, tujuan menulis blog itu kan bukan untuk main-main. Makanya saya mencoba menjadi seorang yang dikesankan dan mempunyai ciri khas dalam menulis, berwawasan tentang dunia interaktif, dan mengerti banyak soal yang saya tulis. Kalau bahasa marketing-nya, itu memberi kesan kalau personal brand saya itu berwawasan (baca: sok tau *hahahaa). Bahkan ada teman dekat saya yang bilang kalau saya ini bisa sangat dewasa di saat orang lain bersikap kekanak-kanakan, di sisi lain saya juga masih suka bersikap seperti anak-anak kalau sedang keluar ‘manja’-nya. Kalau sudah begitu biasanya teman saya ini langsung berkomentar :

“Kadang gue aneh sama lu deh mut,, Lu tuh kalo di suruh menyelesaikan masalah atau dimintain pendapat pasti dewasa banget. Nah, kalo lagi kayak gini aja, dah kayak anak kecil!”

Entahlah.. dan disadari atau tidak, kalau memang benar adanya, berarti saya termasuk manusia berkepribadian ganda dong?! (Tidaaaaaaak…!!! *Lebay mode: on)

Lalu saya ingat salah satu novel yang pernah saya baca dulu, kalau gak salah karangan Sidney Sheldon (bener yah tulisannya begini? Maaf saya lupa judulnya) saya sendiri tidak bisa menjamin apakah pada saat penulisan novel tersebut Sidney lebih mengacu kepada hal2 fiktif atau real adanya, yang pasti dalam kisahnya sang tokoh, seorang wanita, dibuat keder dan kelilit masalah yang dibuat oleh 2 pribadinya yang lain, dia memiliki 2 alter ego yang tidak bisa saling berkomunikasi parahnya si tokoh tidak merasa/bahkan tidak menyadari kalau dirinya memiliki 2 Kepribadian Lain selain Kepribadian Utamanya. Dalam beberapa kasus ada Kepribadian Utama yang bisa mengenali bahkan mengajak berkomunikasi Kepribadian2 lain yang hidup dalam tubuhnya. Contoh kecil, seperti tokoh Gollum/Smegol dalam film Lord of the Ring, keduanya saling berkomunikasi satu sama lain. Atau film Indonesia ‘Belahan Jiwa’ yang sempet bikin saya puyeng awalnya, tapi baru sadar kuncinya film tersebut ketika tokoh utama bunuh diri dan kelima tokoh lainnya ikut mati.

Dalam dunia maya, oranng-orang yang cenderung memiliki Kepribadian Ganda bisa lebih leluasa memainkan setiap peran yang dimilikinya. Mereka menciptakan tokoh-tokoh berbeda untuk menutupi identitas diri yang sebenarnya dan rajin memerankan tokoh-tokoh ciptaannya tersebut beberapa jam setiap harinya tanpa dapat mengontrol dirinya alias mengontrol Kepribadian Utamanya, lama kelamaan tokoh-tokoh tersebut menjadi benar-benar hidup dalam dirinya bahkan ketika kondisinya semakin parah, tokoh-tokoh rekaannya telah benar-benar mengambil alih personalitas dirinya.

Tidak jarang kadang-kadang kita merasa tidak sedang menjadi diri sendiri, selama kita tidak terjebak di dalamnya hal tersebut masih tergolong normal dan bukan berarti menderita multiple personality yang dulu dikenal dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD) tapi sekarang orang lebih sering menyebutnya DID (Dissociative Identity Disorder) karena banyaknya ego yang berbeda (alter ego) yang mana masing-masing ego memiliki: jiwa, kelakuan, perasaan, ke-exist-an yang independent dll layaknya sebuah pribadi utuh.

Ego-egonya bisa ‘keluar’ dalam waktu bersamaan, tapi juga bisa dalam waktu yang berbeda, misalkan kali lain A bilang/menulis B adalah temen yang menyenangkan dan A tidak segan menyanjung/membelanya, namun kali lainnya A akan menyerang B seperti musuh bebuyutannya, dan disaat lainnya lagi A akan menjadi bijak dan bisa menjadi penengah untuk menyelesaikan masalah yang ego-ego A ciptakan untuk ‘membela/menyerang’ B.

Sangat membingungkan ya.. apalagi untuk orang-orang awam seperti kita yang tidak pernah bergelut dalam pendidikan formal yang mengarah kesana, karena memang sulit sekali untuk memahami jalan pikiran mereka, tapi ada baiknya kita tahu sedikit tentang hal tersebut agar tidak terjebak atau paling tidak bisa memaklumi para penderita yang kita kenal dan bisa berempati untuk mereka.

Jadi jawaban dari pertanyaan saya diatas sebaiknya bagaimana? (auk ah elap!… :D) Silakan disimpulkan sendiri-sendiri, Eh, tapi tenang saja. Tidak ada kepribadian psikopat ataupun yang jahat-jahat dalam diri saya. Saya anak baik-baik kok!

2 Tanggapan to “Belahan Jiwa dalam Kepribadian Kita”

  1. Yandri Mahaldy Z Says:

    inget novel “24 wajah billy”.. dari kisah nyata tuh.. 24 kepribadian…
    ga kebayang rasanya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: