Perjalanan ini terasa sangat menggiurkan..


Pagi ini saya bersiap berangkat menuju Simpang Lima. Pukul 06.30, gerbang kos akhirnya dibuka juga, bebas! saya langsung menyalakan motor dan tancap gas menuju TKP. Biasanya, setiap minggu pagi, suasana di Simpang Lima seperti pasar tumpah. Segala macam barang bisa ditemukan di sana. Mulai dari yang baru sampai yang paling bekas sekali pun. Nah, maksud dan tujuan saya hari ini ke tempat ini bukanlah untuk membeli salah satu dari barang-barang tersebut. Tapi justru untuk menjual baju layak pakai bersama teman kampus saya yang sudah ada di tempat sejak jam 5.30 pagi. Sesampainya di sana saya tidak juga menemukan mereka. Kemanakah gerangan?? Akhirnya setelah minta petunjuk dari mbah Hilda (hehee….Pizz..hil :P) dan thowaf mengelilingi lapangan mereka ketemu juga.

Acara berjualan pagi ini pun tidak berlangsung lama. sekitar pukul 08.00 kita sudah mulai bubar jalan. Alhamdulillah walaupun penghasilan tidak banyak, tetap harus disyukuri. Lumayan buat nambah kas angkatan. Setelah semua barang masuk kembali ke mobil, kami semua berpisah menempuh jalannya masing-masing. Ada yang langsung pulang, jalan-jalan, atau memilih untuk tetap di Simpang Lima. Dan saya termasuk di golongan yang ketiga.

Iseng-iseng nyari buku-buku lawas. Incaran saya seperti biasa, Album Donal Bebek edisi lampau yang super kucel dan belum pernah saya baca. Dari kelas 1 SD saya sangat menyukai album Donal Bebek dan mengkoleksi Albumnya sampai memenuhi lemari penyimpanan buku di rumah saya. Pada suatu saat, pernah buku-buku tersebut di jual oleh ibu saya, karena memang sudah tidak ada tempat lagi untuk menampungnya. And you know guys?? ada sebuah lapak yang menjual Album Donal Bebek tersebut dengan harga 1000 rupiah/Album. Lucu  banget, saat saya cek harga Album itu yang sebenarnya, di sana tertera Rp900,- Hahahaa…masa harga buku 15 tahun yang lalu malah sekarang dijual lebih mahal 100 rupiah?? Langsung saja saya komen ke penjualnya:

“Pak, masa yang udah lama kayak gini malah lebih mahal dari yang barunya?” Saya berujar sambil senyam senyum menahan tawa.

“Ha..ha…ha..mba bisa aja, lah ini kan sudah tahun berapa mba? mba nih ada-ada aja..lah wong saya aja baru sadar..ha..haaa..” Dia malah balik bertanya sambil tertawa-tawa.

Dengan penuh semagat 45, saya mengobrak-abrik tumpukan Album Donal Bebek di depan mata saya. Wuiih…ceritanya masih klasik banget! gambarnya juga masih jadul. Rasanya ingin sekali membawa mereka semua pulang ke kos saya. Ets..tiba-tiba saja saya berpikir. Hmm…kos cuma ukuran 3×3 gitu masih mau dimasukin barang-barang kayak gini lagi? Haduh..sepertinya nanti bisa berubah fungsi jadi gudang. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi membeli benda yang benar-benar saya rindukan. Hiks…hiks..hiks… ;(

Heii…jualan apa tuh di sebelah sana?? Saya bergegas langsung menyambangi gerobak yang lumayan ramai. Kepala saya melongok langsung melihat apa yang ada di dalam gerobak. Terbaca jelas tulisa ‘KUE LEKER’. Sepintas bentuknya seperti sesuatu yang sering saya makan. Hmm.. apa ya? oia, D’Crepes yang biasanya ada di mall dan notabene adalah makanan khas perancis.Ya ampuun..bener-bener baru tahu ternyata ada makanan seperti ini di Semarang. Menunya terpampang rapih di salah satu sudut gerobak. Pisang keju. pisang coklat, coklat kacang, sosis keju dll. Wow…bener-bener mirip D’Crepes! Bedanya ini lebih sederhana. Kecil dengan hanya dua lipatan dan toping yang alakadarnya. Tapi rasanya ga kalah enak sama D’Crepes. Apalagi harganya yang miring dan pas di kantong rakyat jelata seperi saya, bikin makanan itu makin paaas banget di lidah! Kriuk..kriuuk…Langsung saja saya beli leker untuk oleh-oleh anak-anak kos. Mantap lah pokoknya. 4 Thumbs up buat leker! Setelah tanya-tanya sama penjualnya, ternyata makanan ini asli Solo. Ngomong-ngomong mana yang lebih dulu ada ya? leker atau crepes? Entahlah…saya juga tidak tahu jawabanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: