Kosong…..


Hanya ingin menulis beberapa paragraf yang tidak karuan malam ini. Malam yang membuat saya kehilangan kemampuan merangkai kata-kata. Semua menghilang lenyap bagai terhisap kedalam lubang hitam. Entahlah..Pikiran saya benar-benar kosong..sekosong pikiran kita saat pertama beranjak bangun tidur. Tidak ingat nama, alamat, kejadian kemarin, apapun! Rasa kosong itu..kurang dari sedetik..ingatkah rasa itu?? kemudian semuanya kembali seperti sediakala ketika cortex mulai mengisi memori otak dengan pasti. Yang membuat kita bisa membedakan masa lalu, sekarang dan masa depan. Waktu…ya dia yang membuat segalanya seperti mengalir. Padahal waktu hanyalah satuan yang disepakati umat manusia sama seperti meter dan kilogram. Apa jadinya kalau tidak ada waktu? Apakah sel-sel tubuh kita beregenerasi karena berhubungan dengan waktu?? Tidak! mereka terus memperbaharui sel-sel dalam setiap sendi kita tanpa ada kaitannya dengan waktu.

Sampai sekarang konteks waktu sendiri sebenarnya belum jelas. Waktu bahkan membuat kita selalu berbohong. Bayangkan setiap kali teman kita  bertanya:

” Jam berapa sekarang?”

Kemudian kita langsung saja melihat jam tangan yang menempel di tangan kita. Dalam waktu sesingka-singkatnya kita langsung menjawab jam 10.30. Padahal pada saat itu kita sedang menjawab pertanyaan yang jawabanya tidak pernah benar. Karena tentunya waktu selalu bergerak. Tidak pernah diam. Sadarkah???

Ya, hidup sepertinya selalu berdampingan dengan waktu. Hidup lalu mati. Sebenarnya apa itu hidup? Hanya sebuah pengalaman kah? Jadi, kapan kita merasakan hidup yang sebenarnya? Ketika kita bersama Zat yang tidak pernah hidup dan mati. Otak saya benar-benar harus dikembalikan seperti semula setelah membaca sebuah buku yang menurut saya cukup membuat saya terombang-ambing dalam mengerti tentang arti kehidupan. Baru kali ini setelah membaca buku bukannya otak semakin terisi malah jadi kosong melompong!! Saya tidak mau menyebutkan buku apa itu. Karena saya sendiri tidak bisa menilai apakah buku ini layak dikonsumsi atau tidak. Paradigma berpikir saya benar-benar dibuat kacau olehnya. Virus!!!

Pikiran ini melemah..otak ini meregang pasrah…kemudian jiwa ini lirih bersuara:


BIMBANG
Kadang hati ini beku karena kesalahan yang terus berpadu..
Tiap Langkah meniti pilu melarut dalam goresan cakrawala yang kelam..
Detik-detik penantian itu mendekat Lebih jelas, meraba melewati Lantunan ayat semakin redup, redup dan akhirnya mati..
Kawan…sadarkah kau hidup ini bagaikan lilin yang terus menyala dan jika mati tak ada Lagi cahaya diatasnya..
Akankah esok kau kan melihat rintikan hujan yang perlahan menyamar menjadi bias..
Tak ada yang berani mengatakan..
Iya, bahkan rangkaian kertas putih itu tak mampu merekam sukma kehidupan ini..
Jiwa ini terus merintih dan terus bertanya apakah ruh ini masih hidup namun bersemayam di dalam jiwa yang telah mati?
Ataukah sebenarnya ruh ini telah mati tapi bersembunyi di dalam jiwa yang masih hidup??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: