Potret Gerakan Pemuda dan Mahasiswa


Mulailah segala sesuatu dari peluang, bukan dari masalah. Karena apabila kita memulainya dengan masalah, segala peluang biasa tertutupi, dan jika kita memulai dengan peluang, segala masalah insyaAllah bisa teratasi.  Ditinjau dari sejarah perubahan, sejarah sudah terlanjur percaya terhadap pemuda untuk mewujudkan segala perubahan. Dan perubahan terkadang menuntut kita untuk tidak melulu melakukan segala sesuatu dengan sikap yang normatif. Berpikirlah kritis sehingga meninggalkan jejak-jejak zig-zag yang tak hanya panjang tapi juga berliku dan berduri tajam. Memang, setelah diruntut, perubahan terjadi jika kita sudah tidak lagi mengenal batas normative (untuk hal yang positif tentunya).

Dapat dilihat dari seluruh penjuru dunia, bagaimana kaum muda membawa banyak perubahan dimana-man. Mulai dari daerah Eropa, pemuda bergerak  menghembuskan angin revolusi kemerdekaan di Hungaria, kemudian bergeser memaksa Yunani untuk mempertegas Hak Asasi Manusia dan masih banyak lagi negara lainnya seperti Perancis, Amerika Latin, Al-zazair, Korsel dan sampailah ke Republik Indonesia. 1998, dunia sekali menjadi saksi persatuan pemuda yang membakar semangat rakyat, jatuhnya rezim Orde Baru Soeharto yang Korup menandakan awal Reformasi Indonesia.

Sebuah pertanyaan yang pastinya terlintas dalam setiap benak mahasiswa, mengapa kita sulit bersatu seperti dulu lagi? Mengapa persatuan itu tak sekuat dulu lagi? Mengapa kepedulian perlahan hilang seperti ditelan bumi? Kemana kalian wahai pemuda Indonesia?!

Lihatlah disekitar kita. Begitu banyak kepentingan yang dibela. Entah kepentingan siapa. Rakyat kah? Kelompok kah? Atau bahkan individu? Ya, memang semua itu dikarenakan isu yang diangkat sebagian orang dengan sebagian lainnya berbeda. Tidak ada lagi isu yang membuat bersatu, yang dapat melelehkan ego setiap anak manusia dan bahkan darah pun rela kita berikan.

Jika ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya ada benang merah dalam setiap perlawanan yang dilakukan kaum muda dimana saja. Perlawanan tersebut biasanya lahir dari kondisi masyarakat yang tidak sesuai dengan cita-cita negara dan harapan masyarakat. Kondisi tersebut akhirnya mendorong kaum muda untuk merespon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasarkesadaran moral, tanggung jawab intelektual, pengabdian sosial dan pengabdian politik. Dan respon tersebut semakin terdorong karena timbulnya situasi global yang semakin meresahkan dan memacu kaum muda untuk melakukan perubahan secepatnya.

Eskalasi gerakan mahasiswa ditandai dengan beberapa hal. Yang pertama yaitu semakin kerasnya tuntunan otonomi dan kebebasan mimbar kampus. Ya, untuk saat ini memang kebebasan mimbar kampus sepertinya kembali dikebiri. Beberapa tahun lalu, setiap bulan di kampus selalu diadakan yang namanya mimbar bebas. Sebuah mimbar yang memberikan kebebasan berbicara tentang seluruh kondisi kampus. Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial saat itu benar-benar terlihat. Kemudian terjaganya sikap kritis terhadap kebijakan pembangunan serta melakukan tuntutan dan tekanan terhadap pemerintahan yang korup dan otoriter. Dilanjutkan dengan penggulingan rezim yang berkuasa dan mendorong terjadinya demokratisasi.

Kemurnian idealisme adalah hal yang harus dimiliki oleh pemuda dan mahasiswa saat ini. Selain itu sikap berani dan terbuka dalam menyerap nilai dan gagasan baru serta semangat pengabdian tinggi. Keinginan yang kuat untuk mewujudkan ide-ide dan teguh terhadap janji memang harus dipertahankan untuk mewujudkan setiap mimpi yang ingin kita bangun. Dan yang paling penting adalah keinginan untuk hidup mandiri dan mencari terus mencari pengalaman karena ialah guru terbaik.

Sebenarnya yang perlu kaum muda sekarang lakukan adalah mencari isu murni yang dapat merekatkan kita semua. Bagaimana mendesain otak yang berbeda-beda dengan isu yang sama. Isu tersebut harus real dan berdasarkan data yang valid. Tidak hanya asal ngomong dan mengambil kesimpulan dari informasi yang kabur. Setelah mengetahui isu yang akan diangkat, buatlah analisa kondisi terkini, siapa musuh kita? Apa kekuatan dan kelemahan kita? Mengapa kita harus cepat bertindak? Dan bagaimana strateginya?

Semua bisa dilakukan dengan kembali menghadirkan common issue dan common interest. Setiap hal yang akan diangkat harus berangkat dari bawah. Ratakan dengan komunikasi berkala. Teruslah mencari tahu tentang ketertarikan akan sebuah issue dari setiap institusi, lembaga bahkan individu. Dan disamping itu semua ada yang perlu kita perhatikan, yakni keseimbangan antara hard movement dan soft movement. Yap, bagaimana cara kita untuk menyeimbangkan antara aksi dan prestasi. Be professional!

*Disampaikan oleh Bapak Agus Suherman  dalam SKB 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: