Semoga saja Raja…


Teruntuk matahari yang menegaskan panasnya kepada samudera seirama dengan hembusan angin yang membelai lembut..

———————-

Ada yang berubah dalam Raja..

Menjadi sebuah sinar yang kini sama sekali tidak berarti bagiku..

Jarang menggapai senyum dan temui tawa.

Akhir semester yang buruk..

Semakin merangkak dalam benak yang penat.

Adakah dia yang menghibur hati kini?

Angin tetap berembus tanpa aku merasakan terik si raja masih menyengat..

Namun kini aku mati rasa dalam kegembiraan..

Aku ada di situ dalam senangmu.

Aku ada di situ dalam sedihmu.

Aku berada di situ..

Tapi kamu ada dimana ketika diam memelukku erat?

Siapa yang melepaskan dekapannya?

Ya..angin… ketika aku merasakan hembus pertanda kau datang..

Senyum datang sendiri dan tawa mengunjungiku..

Sebenarnya aku sudah bosan dengan senyum yang selalu ditawarkan..

Tiba-tiba saja musnah seperti luapan ombak yang tak mau kalah dengan pantai.. Aneh!

Tidak semuanya menyenangkan ya…??

Raja! ketika terikmu itu menyentuhku ada awan yang selalu mengikutimu..

Sehingga panasnya tak mendekat pada samudera dan anginnya..

Semoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: