Maapin ane yee….(dan berbagai kisah di dalamnya)


Berhubung tahun ini lebaran di Jakarte..Jadi, minta maapnye juga kudu pake bahasa betawi…

Assalamu’alaikum
Encang/ing, enyak, babeh, ama sudara2..
Maapin ya wat semua kekhilafan ane,
nyok kite brsihin ati kite dangan saling memaapkan..
Minal a’idzin wal faa idzin,
mohon maaf lahir & bathin..
Taqabalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim..

Mutia Manarisa-Samudera Biru Laut

Tidak terasa Ramadhan sudah hampir sirna di depan mata.. Cepat sekali ya??  Rasanya baru kemarin menginjakkan kaki di rumah. Dan tepat 5 hari ke depan saya harus sudah berada di Semarang.. ish..ish..ish… Tapi saya tetap bersyukur, karena banyak teman saya tidak bisa bertemu muka dengan orang tuanya. Namanya juga anak rantau, terkadang untuk pulang ke kampung halaman saja sulitnya bukan main.

Nah, dikesempatan posting kali ini, saya hanya ingin menulis tentang beberapa hal yang bersangkutan dengan Ramadhan. Persiapan lebaran kali ini juga tidak kalah seru untuk dikupas tuntas setajam silet. Mulai dari memenuhi segala target di Bulan Ramadhan, masak-masak untuk mudik, Bedah rumah dan masih banyak lagi..

Tepat sebulan kemarin pembimbing saya memberikan targetan yang harus dilaksanan pada bulan Ramadhan, mulai dari mengkhatamkan Al-Quran, Tahajjud, memberikan Ta’jil untuk yang berpuasa, kotak amal yang harus dipenuhi, hafalan dan yang pasti jangan lupa membayar zakat fitrah. Alhamdulillah semuanya sudah rampung dikerjakan tepat pada waktunya. Kalau saya biasa menyebutnya dengan istilah [MISSION COMPLETED]. Walaupun terkadang dalam pelaksanaan cukup banyak godaan..heheee. Apalagi untuk seorang perempuan pasti tidak bisa genap 30 hari berpuasa. Alhasil saya harus mengganti 9 hari kemarin di hari-hari berikutnya..🙂

Begitu sampai dirumah, acara yang paling saya tunggu adalah masak-memasak. Yup, dengan sentuhan tangan ajaib milik saya ini, masakan apapun bisa jadi enak (pendapat ini diragukan kebenarannya). Biasanya, yang pertama dibuat adalah kue-kue untuk keluarga, saudara dan tetangga. Kalau soal yang begini, ibu saya memang jagonya deh! Mau bentuk yang seperti apa atau rasa yang kayak gimana semua bisa diatasi. Setiap orang dikeluarga saya pun punya rasa favorit mereka masing-masing. Saya sendiri lebih suka dengan nastar keju sedangkan kakak perempuan saya lebih senang dengan rasa segar kue jeruk. Beda lagi dengan adik laki-laki saya yang lebih memilih kue kacang berselimut gula putih bubuk dibanding dengan nastar klasik kesukaan kakak laki-laki saya. Hohooo.. banyak anak memang banyak rezeki!

Setelah semua adonan sebanyak 2 kg itu rampung, keesokan harinya Ibu, teteh dan saya siap tempur lagi untuk mengolah bahan-bahan makanan yang masih ada. Nah, ini dia makan kesukaan Ayah dan Saya. Yap! Sambel goreng hati khas cirebon. Ada yang tau bedanya dengan sambal goreng hati yang biasa?? Bedanya terletak pada penggunaan cabai merah yang kalau saya bilang ‘ga kira-kira’. Sampai-sampai setelah mengupas cabai untuk diambil bijinya serta memotong-motong dalam irisan tipis dengan total berat keseluruhan 2,5 Kg (tidak hanya untuk makanan ini saja, hanya sekitar setengahnya yang dibutuhkan), tangan saya langsung berasa panasnya bukan main! Selanjutnya acara masak-memasak dilanjutkan dengan pembuatan kalio daging.. hmm..kalau yang ini semuanya pasti suka! Hampir mirip-mirip dengan rendang, hanya saja agak lebih berkuah.

Di H-1 Lebaran, bedah rumah diberlakukan. Sebenarnya ini adalah kegiatan berseh-bersih dan bongkar muat barang-barang yang ada di rumah. Inilah yang saya suka dari Idul Fitri, hari dimana semua anggota saling bahu-membahu menyambut Hari Raya. Yup, memang karena yang biasa membantu di rumah sudah pulang kampung, akhirnya semua orang di keluarga harus turun tangan. Senangnya bisa berkumpul lagi, maklum saja karena keluarga saya di beberapa tahun terakhir sangat sulit untuk berkumpul dalam anggota lengkap. Kalau tidak saya yang masih harus mengerjakan sesuatu di semarang, Kakak laki-laki saya yang masih ada pekerjaan di kantor atau kakak perempuan saya yang sibuk mengurus skripsinya bahkan adik laki-laki saya yang memang sulit mendapatkan cuti dari asrama sekolah penerbangan. Fiuuh…setelah lama menanti akhirnya moment ini hadir juga! Alhamdulillah.. Senang rasanya melihat senyum tersungging dari bibir Ayah dan Ibu yang akhirnya bisa melihat anak-anaknya lengkap ada di rumah..🙂

We Love you..Mom and Dad..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: