Apa bedanya hayoo??


Ngomong-ngomong, ada yang tahu apa bedanya manusia dengan komputer? Aslinya sih, otak manusia itu jauuuh lebih canggih daripada komputer. Tapi, suka heran tidak sih? kenapa manusia bisa kalah telak dengan komputer? Jawabannya, karena komputer itu punya tombol Enter. Jadi begitu ada perintah atau ada problem langsung  execution. Lha kalau manusia?? Mana punya tombol Enter! Punyanya tombol Entar! Maksudnya, “Entar, entar, entar aja deh!” Makannya, tidak langsung action, tidak langsung execution. Hehehe…

Sebenarnya ini hanya soal kemalasan yang tumbuh di diri kita. Maka perlulah kembali kita semaikan benih keberanian dan kegigihan. Keberanian untuk Execution, kegigihan untuk terus Action.

Dan di luar faktor kemalasan. Tidak dapat dipungkiri, bicara soal action, kadang kita diselimuti ketakutan-ketakutan yang berlebihan dan tidak beralasan. Nih ada pertanyaan lagi, ngomong-ngomong, mana sih yang lebih menakutkan dan lebih mematikan, menurut teman-teman?

  • Reaktor nuklir atau sinar matahari?
  • Perang, pembunuhan, atau bunuh diri?
  • Harimau, ular, hiu atau kijang?

Kalau jawaban teman-teman reaktor nuklir, itu salah! Karena kebocoran terbesar reaktor nuklir terjadi di Chernobyl, ukraina, pada tahun 1986. Dan itu ‘hanya’ menyebabkan kematian kurang dari 100 jiwa hingga tahun 2006. Sementara, kanker kulit akibat sinar matahari menyebabkan kematian sekitar 8000 jiwa setiap tahunnya.

Kalau jawaban teman-teman perang atau pembunuhan, sekali lagi itu salah! Karena bunuh diri dua kali lebih banyak terjadi daripada pembunuhan. Kalau jawaban anda harimau, ular atau hiu, lagi-lagi itu salah! Karena kijang tujuh kali lebih banyak menyebabkan kematian manusia.

Begitulah, kadang kedewasaan membuat kita memusingkan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan. Beda dengan anak kecil. Mereka malah berani action. Padahal, modalnya cuma dua, yaitu ketidaktahuan dan keingintahuan. Tentu saja, demi menjadi seorang pemenang, kita perlu melakukan perhitungan-perhitungan. Tapi mbok ya sekadarnya saja.

Tahu kenapa harus sekadarnya? Karena, perhitungan yang berlebihan akan:

  • Mendorong kita melakukan pembenaran-pembenaran atas kelemahan-kelemahan kita.
  • Memupuk ketakutan dan memangkas keberanian.
  • Membuang waktu dan menunda action.

Yah, teruslah mengetuk, maka pintu akan dibukakan. Dan di atas segalanya, Allah SWT juga sangat mendesak kita untuk menjadi orang yang berani dan gigih.

  • Bukankah kita tidak boleh takut kepada apa pun, kecuali kepada Yang Maha Kuasa?
  • Bukankah Yang Maha Kuasa menjanjikan, Dia tidak akan mengubah nasib seseorang selagi orang itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri?
  • Bukankah Yang Maha Kuasa menjanjikan, di dalam kesulitan itu ada suatu kemudahan?
  • Bukankah Yang Maha Kuasa menjanjikan, Dia akan menyertai orang-orang yang sabar?
  • Bukankah Yang Maha Kuasa menjanjikan, rahmat-Nya akan menyertai orang-orang yang terus melakukan perbaikan?
  • Bukankah Yang Maha Kuasa menganjurkan, jika selesai satu urusan, hendaklah kita mengerjakan urusan yang lain?
  • Bukankah..bukankah…bukankah..sudahlaah. Tidak usah banyak alasan langsung action saja!

Akhirnya, pepatah kuno dari afrika dengan pedas menyindir kita semua.

“Burung yang terlalu berkicau tidak akan membuat sarang”

Istilahnya No Action Talk Only. Konon pula, kata ‘triump’ (kemenangan) diawali dengan kata ‘try’ (coba) dan diakhiri dengan kata ‘umph’ (seruan kemenangan). Maka semakin jelaslah, harga mati bagi seorang pemenang adalah keberanian untuk execution dan kegigihan untuk terus action. Dengan kata lain, tidak akan berubah potensi menjadi prestasi tanpa persistensi. Right?

 

 

 

 

 

*dari buku iphho santosa: 7 keajaiban rezeki (termasuk bab favorit saya)🙂

4 Tanggapan to “Apa bedanya hayoo??”

  1. Yandri Mahaldy Z Says:

    sabila teguh…😀

  2. Syuaa Says:

    Wahha…, teh bila, eh… atawa sabila teguh yah?? salah satu kehebatan manusia pan pinter nyuruh, tapi ga mau di suruh, jadi pengennya neken enter mulu, tapi ga mau di teken. that’s why. Another quote “Bukankah kita tidak boleh takut kepada apa pun, kecuali kepada Yang Maha Kuasa?”, lantas kenapa hayo ‘Grorizatul baqa’ itu adalah salah satu naluri manusia.😛. btw keyboard saya enter nya yang mana yah.

    • Biru Laut Says:

      Haduuh..ini lagi pake ikut2an segala…😛
      iya kadang males kalo diteken2 orang lain. Maunya neken sendiri biar mantep. Padahal ga tau tombol enternya dimana? alias yang bisa liat cuma orang lain. Tapi diingetin ga mau.
      Gharizatul Baqa. Atau naluri mempertahankan diri. Misalnya nih syuaa saya pukul pake pentungan gede. Nah, syuaa marah kan? (masih belon marah juga? Pokoknya saya pukul terus sampai benjol). Pada saat syuaa marah itu. Maka sesungguhnya syuaa sedang menunjukkan gharizatul baqa. (mudah kan mengetahuinya, nah kamu juga bisa coba praktikum sederhana tadi bersama teman-teman :P). Emosi, keinginan menang, pembelaan diri, dan sejenisnya… itulah gharizatul baqa..
      Jadi, menurut saya sih ga salah bila Allah memberikah naluri pada manusia yang salah satunya adalah naluri mempertahankan diri (ghorizatul baqa’), tapi yang akan jadi pertanggung jawaban adalah bagaimana kita memenuhi naluri tersebut, sesuaikah dengan aturannya ataukah tidak?
      Allahu A’lam…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: