Ayam kuluyuk suka-suka aku!


Jum’at siang yang panas. Tiba-tiba perut saya berbunyi dengan merdunya memainkan sebuah tembang yang berjudul ‘kelaparaan’. Hehee… Lihat-lihat isi kulkas yang ada cuma ayam, telur, paprika, nanas sisa rujakan kemarin, beserta bumbu-bumbu masak dan sayuran lainnya. Akhirnya saya putuskan untuk memasak bahan yg alakadarnya itu.

Hmm.. mikir-mikir kira-kira makanan apa yang bisa dibuat dengan bahan-bahan itu, atau paling tidak sedikit nyerempetlah rasanya. 1 menit..2 menit.. 3 menit.. Yap! Ayam Kuluyuk. Oke, yang harus dilakukan pertamakali tentu saja memutilasi 1/2 kg ayam menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu dicuci bersih dan dicampur kedalam larutan jeruk nipis,air dan garam. Ini dilakukan supaya ayam nantinya tidak berbau amis.

Kemudian siapkan campuran terigu, garam dan penyedap rasa secukupnya, serta merica. Kalau yang suka pedas terutama saya sendiri, saya lebih suka menuangkan merica banyak-banyak ke dalam campuran itu. Aduk campuran tersebut sampai semua bumbu merata di dalam terigunya. Nah, sekarang giliran si telur yang kita pecahkan lalu dikocok lepas. Pisahkan ke dalam wadah yang kira-kira tidak terlalu kecil untuk potongan-potongan ayam.

Ayam yang sudah dimutilasi langsung dicelupkan dengan paksa ke dalam kocokan telur dan diguling-gulingkan diatas campuran terigu kemudian digoreng dengan minyak panas. Karena saya orang yang adil, semua potongan ayam tersebut akan merasakan perlakuan yang sama selama proses ini. Hehee..😛. Oia, api yang dipergunakan dalam proses ini jangan terlalu besar, karena ditakutkan ayamnya hanya terlihat matang dari luarnya saja, padahal bagian dalam belum cukup matang. Jadi gunakan api sedang, alon-alon asal kelakon (Halaaah..).

Sambil menunggu ayam tersebut matang, daripada bengong memikirkan perasaan si ayam yang digoreng, ada baiknya kita langsung mempersiapkan racikan selanjutnya. Langsung saja saya keluarkan, 3 buah cabe merah, 4 siung bawang putih , 1 buah bawang bombay, 1 buah paprika, 1/2 buah nanas, 1 buah tomat (Kalau ada timun dan wortel bisa juga ditambahkan ke dalamnya). Bawang putih diiris tipis, cabe merah diiris serong,  sedangkan yang lainnya dipotong-potong ukuran sedang kira-kira 2×1 cm. Mau tau kenapa? karena kalau 3×2 nanti disangka pas foto lagi..😛 Sebenarnya itu dilakukan agar saat dimakan cita rasa dari paprika, nanas, dan tomat segar masih terasa dengan jelas, tidak tercampur dengan bahan lainnya. Dan jangan lupa siapkan air perasan 1 buah jeruk nipis.

Masuk ke tahap selanjutnya. Angkat dan tiriskan ayam yang sudah matang tadi. Kemudian siapkan teflon dan panaskan margarin serta sedikit minyak untuk menumis. Setelah panas (cukup dikira-kira, jangan mencelupkan tangan anda ke teflon sekalipun anda pernah tergabung dalam club Debus), tumis irisan bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan membuat tetangga anda ngiler. Seharusnya setelah ini saya masukkan 5 sendok saos teriyaki dan 6 sendok saos tomat. Nah, sayangnya di kulkas saya hanya ada saos tiram dan saos spaghetti. Alhasil saya gantilah saos teriyaki menjadi saos tiram dan saos tomat menjadi saos spaghetti (untuk takarannya disesuaikan dengan selera saja). Aduk-aduk hingga rata, kemudian tambahkan air secukupnya (kira-kira 150-200 ml).

Untuk mengentalkan kuahnya saya masukkan 1 sendok makan tepung maizena ke dalam masakan. Nah, sudah mulai terlihat kuah yang agak mengental. Setelah itu masukkan air jeruk nipis dan diaduk rata agar rasa asamnya semakin pas. Kemudian masukkan potongan paprika, nanas dan cabai merah. Aduk-aduk lagi agar bahan-bahan tersebut matang merata dan kemudian tambahkan garam dan penyedap secukupnya. Jangan lupa berikan sedikiit gula agar makanan semakin gurih (dicicipi saja kalau kurang yakin). Nah, ini dia waktunya si ayam tadi nyemplung ke kuahnya.  Masukkan satu persatu kemudian aduk dan diamkan sebentar agar kuah meresap sampai ke dalam setiap pori-pori ayam (Halaah). Begitu saya menyadari disetiap sudut dapur sudah dipenuhi aroma Ayam kuluyuk buatan saya, langsung saja saya matikan kompor dan menyajikannya di meja makan.

Hmm…aroma saja membuat ibu saya langsung keluar dari kamarnya. Seperti biasa ibu saya yang jadi jurinya karena memang masakan beliau terkenal ajiiibb. Komentarnya: “Wah, bisaan nih muti masaknya..enak pas banget rasanya.” Lalu saya jawab: “Hehee..turunan siapa dulu mom!”

Oke sekian dulu masak-masakan kali ini, saya tulis resep ini di blog karena memang hobi saya yang suka masak asal-asalan. Begitu ditanya resepnya apa? ehh.. saya sudah lupa tuh memasukkan apa saja ke dalam makanan itu. Paling-paling saya cuma bisa jawab, yaudah sih yang penting kan enak, ntar gampanglah buat lagi yang lain..hehee.. :p

Selamat mencoba!

2 Tanggapan to “Ayam kuluyuk suka-suka aku!”

  1. yoga Says:

    Mau donk Mut dimasakin kek gtu..whahahaha…:p

  2. Biru Laut Says:

    boleeh…boleeh.. main aja ke rumah ku nanti tak masakin deh..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: