Rasakan! Baru Tahu! Tak selamanya pahit itu menyiksa..


“Tiada tuhan selain Allah!” Terdengar lantang Bilal mengucapkan kalimat itu. Semakin Bilal meneriakkan kata cinta-Nya kepada Allah, semakin berat siksaan yang diterima olehnya dari majikannya yang kafir. Lecutan cambuk yang suara desingannya meremangkan bulu roma, hingga batu besar pun diletakkan langsung di atas dada telanjang bilal yang terhampar di atas permukaan pasir yang panas terbakar terik sinar matahari. Namun Bilal tidak menyerah, bahkan dari mulutnya keluar kata-kata kerinduan, kalimat yang mengetarkan langit, menghujam ke bumi dan membuat takjub seluruh penghuninya.  Bibir kekasih Allah itu mengucapkan, “Ahad, Ahad, Ahad…!” Ia tenggelam dalam pelukan mesra Sang Pemilik Kehidupan, jiwanya diliputi ketenangan, semua luka dan perih yang dideritanya hilang, tenggelam dalam lautan kasih sayang Allah Swt, lautan yang tak bertepi, seperti langit tanpa ujung, mengangkasa menuju singgasana-Nya. AHAD, AHAD, AHAD…

Kesulitan hidup sering kali terasa mencaik-cabik otak kita.Panik, emosi, stress bahkan sampai merasa putus asa. Menurut saya, tidak ada salahnya kita mengekspresikan perasaan seperti itu. Namun, apakah dengan kepanikan, kemarahan, dan ketidakberdayaan kita akan mampu menyelesaikan semua persoalan atau hanya akan menjadikan semua kepahitan semakin terasa getir?

Mungkin kita pernah mengalami kejadian dimana sedang dalam himpitan kesulitan atau kesedihan yang sangat menyiksa. Entah itu urusan pribadi, urusan studi atau urusan pekerjaan, sementara kepala sudah penuh dengan tanggung jawab yang begitu banyak. Sedangkan di sisi lain, saudara, teman atau orang-orang terdekat kita justru tengah menikmati kebahagiaan serta kegembiraan atau bahkan terkadang malah ikut menambah masalah yang harus kita dengarkan tanpa peduli bahwa di sekitar mereka ada yang sedang bercengkrama dengan kepahitan.

Rasanya ingin sekali marah kepada mereka, lalu kita katakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak punya simpati, apalagi empati! Namun keluhan kita pun hanya tinggal keluhan saja. Bahkan bisa memperburuk keadaan karena kita akan mengalami sakit tiga kali lipat! Pertama, kesusahan kita diketahui orang lain, kedua, mereka tidak juga membantu,ketiga, mungkin kita malah akan dijadikan bahan pembicaraan. Entahlah, itu menurut saya lho..

Sakit dan perih memang kalau kita sandarkan harapan kepada makhluk, karena sesungguhnya mereka pun tak akan mampu menyelesaikan masalah kita, Lalu kenapa kita harus jatuh ke jurang yang sama untuk kedua kali? Kerangka rasio manusia memang sering berbenturan dengan keinginan Allah Swt.

Kita sering menuntut Allah untuk segera menurunkan pertolongan-Nya terhadap semua masalah kita. Tapi terkadang pertolongan itu  boro-boro datang, tanda-tandanya saja tidak kelihatan sama sekali. Ya, saat seperti inilah yang paling sulit bagi kita untuk mengkondisikan hati agar tetap berbaik sangka kepada  Allah Swt. Karena Allah tidak pernah salah dalam mengurusi makhluknya. Boleh jadi kepahitan yang kita alami akan terasa semakin pahit, sebagai sebuah proses untuk kita kembali pada-Nya.

Dan di saat itulah pertolongan datang, saat kita tidak lagi menyembah Allah karena sesuatu apapun kecuali karena benar-benar menyadari bahwa hidup kita berada dalam genggaman dan kuasa-Nya, lalu berpasrahlah.

“Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Pasti Allah mencukupi kebutuhannya.” (QS Ath-Tholaq:3)

Ya, jika malam semakin pekat petanda fajar akan semakin dekat. Jadi tersenyumlah, karena kepedihan yang kita rasakan pasti akan berbuah manis. Seperti saat kita minum obat, terasa pahit di lidah, namun sejatinya obat itu menyembuhkan dan rasa sakit pun sirna.

Ingatlah Allah di waktu sulit, niscaya Allah akan mengingatmu di waktu senang dan ingatlah Allah di kala senang maka Allah akan menolongmu di kala sulit. Jangan pernah bersandar kepada makhluk, tetapi sandarkanlah semua harap kepada pemenuh harapan semua makhluk, Allah Swt. Sungguh, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, kecuali kitalah yang menjauhi-Nya. Karena Allah adalah sebaik-baiknya sahabat.

Jika saat ini kita dalam keadaan susah, sedih, terrpuruk atau apapun judulnya, alangkah baiknya bila tetap bersikap tenang dan evaluasi semua tindakan yang pernah kita lakukan serta ucapan yang kita lontarkan. Nikmati kesusahan dengan keikhlasan, rida dan tawakkal, niscaya rasa susah akan menjadi nikmat.

Pernahkah kita berpikir tentang ULAT DALAM CABE? Pada hakikatnya, cabe, jika mengenai mata akan terasa pedih, terkena kulit akan terasa panas, dikunyah dimulut terasa pedas, bahkan kalau bersarang di usus bisa menjadi penyebab penyakit yang membuat kita harus dibawa ke meja operasi. Tetapi kenapa ulat di dalam cabe tidak merasakan hal itu?

Jawabannya adalah, karena ulat tersebut menikmati takdir yang diberikan Allah kepadanya. Keridaan itulah yang  membuat rasa pedih, panas dan pedas menjadi nikmat.

Lam ya’rif walam yadri aw lam yadzuq, belumlah kita tahu kalau kita belum merasakan. Maka RASAKAN, apa saja yang Allah hadirkan dan kita akan tahu siapa yang mengirimkan rasa.. Dialah Allah Azza wa Jalla. Jadi! Tidak selamanya pahit itu menyiksa.. Nikmati saja :)

*intisari dari buku yang saya baca diperpus (lupa judulnya). saya tertarik dengan tulisan ini karena saya sedang mengalami hal ini.🙂

 

4 Tanggapan to “Rasakan! Baru Tahu! Tak selamanya pahit itu menyiksa..”

  1. Yandri Mahaldy Z Says:

    wew.. masyaAllah…
    menikmati pahit? masih butuh diajarkan nih sama mbak sabila.
    Apalagi bagian ulat dalam cabe nya, debus itu…😀

    • Biru Laut Says:

      wah aku juga masih belajar.. masih bodoh soal seperti ini, yang jelas mengambil kesimpulan dari semua yg dipikirkan dan dibicarakan bahwa memang lebih baik tidak berharap kepada manusia untuk peduli urusan kita karena Allah lah yang selalu mengerti dan memahami..🙂

  2. yogi Says:

    muantap bnget,, semoga saya tergolong orang seperti itu amin,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: