My Business Plan : Al Manar Sustainable Farm


Oke, postingan kali ini saya mau berbagi mimpi bersama teman-teman.. hehe..  mimpi kok dibagi?? ya justru itu harus dibagi-bagi biar banyak yang mengamini dan banyak yang mengingatkan di kala kita lalai..🙂
Ini sudah yang ke-3 kalinnya saya membuat business plan. Yang pertama hanya lolos sampai tahap wawancara di Program Mahasiswa Wirausaha, yang kedua walaupun bisnisnya masih jalan sampai hari ini tapi proposalnya ditolak mentah-mentah karena memang belum matang (hahaa.. :p) dan yang ke-3 ini baru saja lolos tahap pertama Moeslem Entrepreneur Challenge (dan semoga lolos terus hingga akhirnya jadi pemenang.. Amiiin).
Yang ke-3 ini memang agak besar modalnya, ya tapi tidak masalahkan kalau kita sudah menyiapkan diri untuk mengelola usaha sebanyak itu? Tentunya dengan kesiapan mental dan spiritual. Maksudnya?? ya dari yang saya dapat selama mengikuti kelas bisnis MEC, jadi pengusaha itu tidak sekedar butuh ilmu ekonomi, manajemen dan sebagainya. Tapi juga butuh kesiapan spiritual yang artinya hubungan kita dengan Allah yang Maha Kaya itu harus benar-benar harmonis :D  Jangan sampai kita memberikan sedikit celah pun kepada sesuatu yang membuat Allah SWT cemburu. Karena jika setiap nafas dan langkah di ridhai oleh-Nya, tentu semua perkara akan dimudahkan bagi kita..🙂

Nah ini dia Executive Summary business plan saya, Bagi teman-teman yang mau bertanya cara perhitungan analisis finansialnya secara detail, boleh comment di bawah..

EXECUTIVE SUMMARY

Al-Manar Sustainable Farm merupakan perternakan budidaya sapi yang berfokus terhadap hasil usaha yang optimal serta peduli terhadap kelangsungan lingkungan hidup manusia. Misi Al-Manar adalah memberikan pelayan terbaik dalam industri sapi potong dan sapi perah. Selain itu kami juga menjadi pioneer  peternakan sapi yang sustainable sehingga lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi warga sekitar. Dengan penerapan sustainable farm diharapkan keuntungan yang didapat menjadi lebih maksimal dan bisa menjadi pusat pembelajaran (wisata edukasi) peternakan terpadu.

Menurut Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO), pada tahun 2009 kebutuhan daging nasional sebesar 399.535 ton. Dari kebutuhan tersebut, sebanyak 66,2% dipenuhi dari pemotongan sapi-sapi lokal, selebihnya dipenuhi dari impor daging, jeroan, dan sapi bakalan. Total impor daging tahun 2009 mencapai 75.000 ton dan naik menjadi 120.000 ton pada tahun 2010. Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 sekitar 237 juta jiwa. Jumlah ini dari tahun ke tahun cenderung bertambah. Kondisi ini tentu saja menjadikan kebutuhan hewani juga bertambah. Dengan demikian, usaha budidaya ternak sapi sebagai salah satu pemasok protein hewani memiliki prospek yang cerah.

Strategi pemasaraan yang dilakukan adalah dengan memposisikan diri sebagai produsen penghasil ternak sapi yang memiliki kualitas terbaik, layanan terbaik, harga bersaing dan memiliki nilai besar bagi konsumen. Target utama Al-Manar  untuk awal pendirian farm adalah pasar hewan, pedagang kecil, pedagang pengumpul dan jagal (rumah potong) dengan konsumen akhir didefinisikan sebagai adalah pria-wanita dengan level sosial menengah ke atas yang memiliki gaya hidup pedesaan dan religius (untuk kurban).

Kami memilih daerah jawa barat disekitar tasikmalaya untuk mendirikan peternakan Al-Manar. Dengan keadaan lingkungan serta suhu yang sesuai untuk beternak sapi serta pasar sapi yang semakin berkembang di sana, diharapkan kami dapat memperluas pasar di daerah jawa barat dengan bekerjasama dan memberikan training kepada mitra-mitra kami. Kapasitas produksi Al-Manar untuk awal pendirian adalah 30 ekor sapi siap potong tiap periode (3 bulan).

Dengan melakukan perhitungan keuangan dan analisis finansial, kelayakan bisnis Al-Manar dapat dilihat dari sisi finansial yang ditinjau dari kondisi terbaik, dengan rekapitulasi sebagai berikut:

  • Total Kebutuhan Investasi   : Rp 485.500.000
  • Total Penjualan Per Periode (3 bulan)   : Rp 465.300.000
  • Laba Bersih Per Tahun  : Rp 208.055.600
  • NPV (Net Present Value) 8 tahun   : Rp 722.000.000
  • Periode Pengembalian  : 2,3 Tahun
  • IRR  : 40,1%

Sumber modal usaha didapat melalui investor (bank dan investor luar) serta modal sendiri yang dimiliki oleh para pendiri Al-Manar. Pembagian keuntungan dilakukan secara adil dengan presentase 60% dari total keuntungan untuk pendiri Al-Manar dan 40% dari total keuntungan untuk Investor.

Pembagian keuntungan terhadap investor dibagi sesuai perbandingan antara jumlah investasi masing-masing investor dengan total investasi investor yang diterima oleh Al-Manar.

2 Tanggapan to “My Business Plan : Al Manar Sustainable Farm”

  1. kyudikris Says:

    dear mutiamanarisa..
    nama saya yudikris, saat ini saya masih bekerja di salah satu bumn
    kebetulan saya punya komunitas di luar kantor yg berencana membangun sebuah perusahaan kurir, dan saat ini sedang dlm proses berburu investor
    saya sangat tertarik dengan artikel anda, dan mohon bantuan tentang contoh metode perhitungan investasi secara detil dari rencana bisnis al manar
    terima kasih

    salam,
    yudikris

    • Biru Laut Says:

      salam kenal mas/pak yudikris. Sebenarnya untuk perhitungan investasi awal, NPV, IRR dan laba bersih, metode yang dipakai sama pada semua bidang usaha. hanya saja beda komponennya (biaya material langsung & tak langsung, tenaga kerja langsung & tak langsung, biaya operasional, pajak pendapatan dll).
      Saya menghitung NPV dan IRR untuk membuktikan kelayakan usaha ini berdiri. Jika NPVnya negatif maka tidak disarankan untuk melanjutkan usaha. Dan jika IRR tidak lebih tinggi dari BI rate pada kondisi saat ini, perusahaan jg tidak layak didirikann. Untuk contoh perhitungan saya kirim lewat email saja mas/pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: