Seperti Saat Datangnya Hujan, Pelangi, Matahari dan Angin


Hujan telah reda. Gadis itu berjalan menikmati tiap langkahnya. Setapak demi setapak, berpikir  tentang ini dan itu ditengah cipratan air yang mebasahi ujung jubah biru lautnya. Wangi tanah yang basah oleh air hujan memenuhi indra penciumannya. Banyak hal yang selalu membuatnya penasaran..

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

Saat membayangkan?

Dan begitu pula saat kita menangis?

Mungkin jawabannya hanya satu.

itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

Gadis itu terus berjalan. Matanya terbelalak. Ia berjingkat-jingkat kegirangan saat menemukan pelangi indah dihadapannya. Warnanya yang hadir dari cerminan butir-butir air di langit memberikan keajaiban tersendiri di dalam khayalannya. Dan ia pun bertanya pada hatinya.. 

Keindahan itu menghampiri jiwa.

Gemanya seolah menyata, mengusik jiwa.

Aahh benarkah?

Ilahirabbi, sepertinya sedang Kau uji hamba dengan cipta indah-Mu.

Ia pun melanjutkan kembali perjalan dan masih terkesima dengan kehadiran pelanginya. Kali ini seperti ada yang berbeda pada gadis itu? Lihat! Ada yang lain di wajahnya. Ia berjalan dengan senyum manis yang tak mau hilang dari bibirnya. Dan matanya, keduanya terus berbinar-binar menatap jalan yang masih panjang dihadapannya. Dan kembali membuat ia berpikir..

Kadang, ketika kita menemukan sesuatu yang keunikannya sejalan dengan kita, kita akan bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta. 

Pelangi sudah pudar. Berganti dengan teriknya matahari yang menyembul dari balik gumpalan awan. Senyumnya hilang seiring sinar mentari yang semakin terang. Terlalu terang. Gadis itu terhenti sejenak. Memejamkan matanya erat. Hingga membuat kelopak matanya saling bertemu. Tak tahan ia melihat. Terlalu menyilaukan. Ingin rasanya ia pergi bersembunyi. Ia terdiam. Seperti ada suara yang berbisik padanya..

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu.

Biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.

Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya.

Tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.

Perjalanan hari ini panjang dan melelahkan. Langkah sepertinya semakin berat. Tetapi gadis itu tetap berjalan. Angin menyapa. Membelai halus sudut-sudut jilbab biru mudanya. Membuatnya berkibar indah seiring dengan melodi yang dimainkan sang angin. Kesejukan menyeruak hadir memberikan ketenangan yang dalam..

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.

Aku belajar lebih banyak tentang diriku sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, dirimu akan tetap di sana. Sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Gadis itu pun kembali tersenyum dan meneruskan langkahnya yang sempat terhenti. Esok masih ada jalan terbentang rupanya. Kali ini langkahnya semakin kuat. Ia akan terus melanjutkan perjalanan. Hingga suatu hari nanti, Ia akan temukan keindahan yang hakiki..

Tembalang, 4 Mei 2012 (00:21) Akhirnya bisa ku lewati semuanya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: