Berpetualang di Kota Pahlawan


Baru kemarin saya sampai dari perjalanan mengasikan di Surabaya. Malam ini berhubung sedang lembur mengerjakan tugas akhir saya (mudah-mudahan besok bisa bimbingan aamiin) dan setelah selesai belajar untuk UAS besok, rasanya ada baiknya saya posting dulu tentang petualangan saya selama 5 hari disana.

“Ngapain kamu ke Surabaya?” begitulah biasanya kawan satu angkatan di kampus bertanya. Maklumlah saya bukan berasal dari daerah sana ataupun yang dekat-dekat dengannya. Yap, saya kesana sebenarnya hanya untuk mencari jawaban yang belum saya temukan untuk tugas akhir saya di ITS. Alhamdulillah disana saya punya kenalan senior (2006) yang sedang melanjutkan S2 serta dosen saya yang sedang S3. Alhasil, bermalamlah saya di kostan mba ratih, begitulah saya biasa menyapanya.

Selasa, 13.00 saya sampai di stasiun Pasar Turi dan kebingungan! hari itu mba ratih sedang jadi penguji desain produk di laboratorium untuk mahasiswa S1. Jadi, saya harus berusaha sendiri mencari alamat yang sudah ada di tangan saya (macam ayu ting-ting pula lah ini mencari alamat :-p ). Taksi tentunya jadi pilihan pertama kalau sedang berada di kota asing. Sebenarnya ini sudah kali ke-3 ke Surabaya. Tapi biasanya dulu bersama rombongan study tour sekolahan😀.

Setelah berputar-putar selama 45 menit, ternyata belum ketemu juga. Tiba-tiba ada orang bersepeda motor yang lewat didepan taksi saya. Nah! itu dia mba ratih. “Pak..pak.. ikutin motor depan aja pak” langsung saja kami membuntuti motor itu. terus dan terus sampai motor itu pun berbelok dan hilang. Saya lihat-lihat nomor rumah disekitar situ sepertinya saya sudah berada di tempat yang tepat. Pikir saya, mungkin motor tadi sudah masuk ke salah satu rumah disini. aah.. berarti benar dugaan saya. Lalu saya coba hubungi mba ratih. Dan ternyata dia masih di kampus! Jadi yang tadi siapaa? :SS  baru sampai saja sudah disuguhi hal-hal aneh -___-”

Setelah menunggu sekitar 15 menit, datanglah mba ratih dan kemudian langsung mengajak saya ke kampus yang ternama itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kampus yang rapi dengan konsep tata kota yang baik sehingga membuat kampus yang tidak seluas UNDIP itu terlihat lengang dan lapang. Penataan yang bagus. Bertemu dengan kakak-kakak S2 dan bapak-ibu S3 membuat semangat belajar saya  kembali membara. Bagaimana tidak? mereka yang sudah berumur saja masih mau sekolah tinggi-tinggi dan kembali mengasah otaknya, masa saya yang masih muda ini masih saja galau gara-gara hal yang tidak seharusnya?? hah! sudah bukan jamannya! Tiba-tiba saja niat melanjutkan studi muncul lagi. InsyaAllah..  :-)

Hari pertama sampai hari ketiga saya habiskan untuk bergaul dengan buku-buku, jurnal dan tugas akhir yang ada di perpustakaan Teknik Industri ITS (Biasa disebut dengan RBTI) dari mulai buka jam 08.00 sampai tutupnya jam 15.00. Alhamdulillah hasilnya tidak sia-sia. Bab IV dan V langsung saya babat habis selama 3 hari disana. Tinggal melengkapi data yang kurang malam ini untuk mengahadap dosen pembimbing saya besok (ya ampun pak.. sudah 2 bulan kita tidak berjumpa sejak saya seminar :”>). 3 hari merasakan jadi mahasiswa ITS selundupan. hehe..

Hari ke-4 dan ke-5 saya habiskan berkeliling surabaya tentunya wisata kuliner yang menjadi keharusan😀. Bersama teman-teman mba ratih : Mas brav, Mba Anggi dan Mba Dian. Saya diajak untuk mencicipi berbagai cita rasa khas Surabaya dan kuliner terkenal lainnya. Mulai dari soto lamongan cak Har, tahu telur tek gotri, bebek hitam, sate kelopo, dimsum tomyam fusion, pizza kayu bakar, nasi empal bu Rudy, gen dai ji,  dawet, air mata kucing dan masih banyak lagi. tepatnya saya digelonggong oleh para senior saya. hahaa. dan tau kah kawan? berat badan saya langsung bertamabah 1 kilo! sepulang dari surabaya :-p.

Saya juga sempat diajak ke sebuah Mall yang luasnya entah berapa kali lapangan bola. Bayangkan saja mall ini merupakan gabungan 4 mall dan 1 mall lagi yang masih dalam pembangunan. Kalau jakarta punya PIM 1 dan  2, Surabaya punya TP 1, 2, 3 ,4 dan 5! Wow.. Mereka benar-benar niat mengajak saya “jalan-jalan”! Sungguh menyenangkan kenal dengan mereka. Banyak ilmu yang saya dapatkan disana. Mulai dari bertukar pikiran dengan para master di bidang Industri mikro dan makro, tentang sekolah setinggi-tingginya sampai ke urusan kuliner dan jalan-jalan. Terimakasih Surabaya, Terimakasih Kota Pahlawan karena telah mengembalikan semangat saya! Semangat 45! YEAH!

Tembalang, malam hari pertama di bulan Juli

Sehari setelah kepulangan dari kota itu, kota pembangkit semangat🙂

2 Tanggapan to “Berpetualang di Kota Pahlawan”

  1. Agung AL Sanchez Says:

    Sehari setelah kepulangan dari kota itu, kota pembangkit semangat ……”namanya juga kota pahlawan…(^_^)”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: